Hei Pembaca yang gak sengaja masuk ke blog gw. Apa kabar kalian hari ini?. Di edisi tulisan gw kali ini akan membahas panorama keindahan wisata alam gunung Bromo. Nah cocok banget nih bagi kalian yang sekarang pengen pergi ke Bromo. Mudah-mudahan bisa menjadi informasi yang menyesatkan..hahaha.
Langsung aja yah. Kalo gak salah itu hari jumat bulan Oktober kemarin, gw dan dua teman gw yaitu mba Ari dan Diane (bule) mempunyai tugas untuk mengamati suku Tengger yang berdiam di kaki gunung Bromo. JAdi suku Tengger tersebut mengadakan acara atau sebuah perayaan Hari Raya Adat Karo sebutannya. Inti dari Hari Raya Raya Adat Karo tersebut adalah untuk bersukur kepada tuhan mereka dan juga leluhur mereka atas kesehatan, kedamaian dan juga berkah yang mereka dapat selama satu tahun ini. Banyak sekali yang unik yang dapat gw lihat disana. Dari makanan, minuman, sampe tari-tarian yang ditampilkan pada saat perayaan. Salah satunya adalah tarian "jari telunjuk" ini.

Sebenarnya nama tarian ini bukan tarian "Jari Telunjuk"..hahaha. Tapi gw gak tau dan lupa nannya plus para dancernya hanya menggoyangkan sedikit kaki dan pinggul tetapi lebih mengutamakan goyangan jari telunjuk, maka dari itu gw sebut tarian "Jari Telunjuk",,JENG,,JENG..!!. (maaf-maaf kalo ada yang tau mohon kasih tau)..hahaha..
Tapi gw gak lupa nanya nih. Kenapa mereka hanya menunjuk satu jari. Salah satu masyarakat disana menjawab "itu menandakan bahwa kita hanya punya satu pencipta tuhan yang maha Esa".
Ada juga alat musik yang unik. Yaitu "Terompet Berkumis".

Bukan,,bukan. Bukan Bapak itu yah, yang berkumis tebal seperti pak Raden. Tetapi karena kamuflase sang terompet, maka bapak itu seperti berkumis. Awalnya gw pikir tuh bapak yang unik karena menyerupai salah satu tokoh pahlawan kita "Pak RAden" eh ternyata terompetna berkumis. Jadi Karena itu juga saya kasih nama "Terompet Berkumis". (lupa nanya terompetnya juga).
Ada juga tiga kepala desa yang duduk bersamaan layaknya seorang raja.

Anda salah kalau mengira ini adalah pengantin sunat yah,,tuh kan ada yang teriak tuh,,bukan ini kepala desa,,tuh,,tuh,,sapa itu yang bilang..ckckck. Ini adalah tiga Kepala Desa yang bersatu mengikuti acara Karo ini. (lupa juga nanya namanya sapa).
Nah ini yang gak kalah menarik. Makanan atau sesajen-sesajen yang dibawa para masyarakat untuk dipersembahkan kepada tuhan mereka.

Nasi goreng, ayam goreng, mie goreng ama es kelapa kira-kira isinya..hahaha..
Gw juga kurang tau apa sebenernya tuh isi dibalik daon pisang. Tapi ini adalah salah satu kebudayaan adat istiadat yang sangat indah dan berwarna yang pastinya patut untuk lo semua kunjungi (bunyi jinggle : Promosi)..
Kurang lebih gw 18 jam perjalanan dari Jakarta naek kereta api gajayana sampai Malang. Dari Malang naek bus kira-kira 2 jam sampai di Probolinggo. Nah dari Probolinggo kita naek mobil sewaan atau carter itu memakan waktu 45 menit sampe kaki gunung Bromo. Pusing, capek, acak-acakan pasti terlebih harus pergi ama temen gw yang bule. Bukan karena dia manja, tapi gw pusing harus mikirin kosa kata bahasa Inggris setiap kali mau ngomong ama dia. Berasa pas UAN Bahasa Inggris dah. Tapi saudara-saudara, saat anda berada di Bromo melihat Sunrise dan indahnya gunung Bromo. Percaya ama gw, lo semua bakal lupa capek, kesel, benci, laper, haus, gatel, pokoknya semua perasaan gak enak di diri lo. Lo bakal terucap "Wuih ini gunung ngerokok, keluar asep",,eh,,bukan-bukan. Lo bakal mengucap "Subahanallah". Sumpah Indah Banget.

(sumpah kata temen gw ini foto kaya foto majikan dan pembantunya,,siaall)

(Luar biasa Smoking Bromo)
Jadi Bagi kalian yang ingin pergi ke Bromo. Udah gak usah ragu, gak usah bimbang langsung pergi dan nikmatin udara dingin sampe 0 derajat celcius dan indahnya pemandangan disana. LO gak bakal nyesel dah.
Oia, Diane gw ajarin bahasa Indonesia. dan sampai saat ini kalau dia bicara bahasa Indonesia ama gw, dia hanya bisa satu kata itu saja.
"Yudi, lets go Merokok!!"
Langsung aja yah. Kalo gak salah itu hari jumat bulan Oktober kemarin, gw dan dua teman gw yaitu mba Ari dan Diane (bule) mempunyai tugas untuk mengamati suku Tengger yang berdiam di kaki gunung Bromo. JAdi suku Tengger tersebut mengadakan acara atau sebuah perayaan Hari Raya Adat Karo sebutannya. Inti dari Hari Raya Raya Adat Karo tersebut adalah untuk bersukur kepada tuhan mereka dan juga leluhur mereka atas kesehatan, kedamaian dan juga berkah yang mereka dapat selama satu tahun ini. Banyak sekali yang unik yang dapat gw lihat disana. Dari makanan, minuman, sampe tari-tarian yang ditampilkan pada saat perayaan. Salah satunya adalah tarian "jari telunjuk" ini.

Sebenarnya nama tarian ini bukan tarian "Jari Telunjuk"..hahaha. Tapi gw gak tau dan lupa nannya plus para dancernya hanya menggoyangkan sedikit kaki dan pinggul tetapi lebih mengutamakan goyangan jari telunjuk, maka dari itu gw sebut tarian "Jari Telunjuk",,JENG,,JENG..!!. (maaf-maaf kalo ada yang tau mohon kasih tau)..hahaha..
Tapi gw gak lupa nanya nih. Kenapa mereka hanya menunjuk satu jari. Salah satu masyarakat disana menjawab "itu menandakan bahwa kita hanya punya satu pencipta tuhan yang maha Esa".
Ada juga alat musik yang unik. Yaitu "Terompet Berkumis".

Bukan,,bukan. Bukan Bapak itu yah, yang berkumis tebal seperti pak Raden. Tetapi karena kamuflase sang terompet, maka bapak itu seperti berkumis. Awalnya gw pikir tuh bapak yang unik karena menyerupai salah satu tokoh pahlawan kita "Pak RAden" eh ternyata terompetna berkumis. Jadi Karena itu juga saya kasih nama "Terompet Berkumis". (lupa nanya terompetnya juga).
Ada juga tiga kepala desa yang duduk bersamaan layaknya seorang raja.

Anda salah kalau mengira ini adalah pengantin sunat yah,,tuh kan ada yang teriak tuh,,bukan ini kepala desa,,tuh,,tuh,,sapa itu yang bilang..ckckck. Ini adalah tiga Kepala Desa yang bersatu mengikuti acara Karo ini. (lupa juga nanya namanya sapa).
Nah ini yang gak kalah menarik. Makanan atau sesajen-sesajen yang dibawa para masyarakat untuk dipersembahkan kepada tuhan mereka.

Nasi goreng, ayam goreng, mie goreng ama es kelapa kira-kira isinya..hahaha..
Gw juga kurang tau apa sebenernya tuh isi dibalik daon pisang. Tapi ini adalah salah satu kebudayaan adat istiadat yang sangat indah dan berwarna yang pastinya patut untuk lo semua kunjungi (bunyi jinggle : Promosi)..
Kurang lebih gw 18 jam perjalanan dari Jakarta naek kereta api gajayana sampai Malang. Dari Malang naek bus kira-kira 2 jam sampai di Probolinggo. Nah dari Probolinggo kita naek mobil sewaan atau carter itu memakan waktu 45 menit sampe kaki gunung Bromo. Pusing, capek, acak-acakan pasti terlebih harus pergi ama temen gw yang bule. Bukan karena dia manja, tapi gw pusing harus mikirin kosa kata bahasa Inggris setiap kali mau ngomong ama dia. Berasa pas UAN Bahasa Inggris dah. Tapi saudara-saudara, saat anda berada di Bromo melihat Sunrise dan indahnya gunung Bromo. Percaya ama gw, lo semua bakal lupa capek, kesel, benci, laper, haus, gatel, pokoknya semua perasaan gak enak di diri lo. Lo bakal terucap "Wuih ini gunung ngerokok, keluar asep",,eh,,bukan-bukan. Lo bakal mengucap "Subahanallah". Sumpah Indah Banget.

(sumpah kata temen gw ini foto kaya foto majikan dan pembantunya,,siaall)

(Luar biasa Smoking Bromo)
Jadi Bagi kalian yang ingin pergi ke Bromo. Udah gak usah ragu, gak usah bimbang langsung pergi dan nikmatin udara dingin sampe 0 derajat celcius dan indahnya pemandangan disana. LO gak bakal nyesel dah.
Oia, Diane gw ajarin bahasa Indonesia. dan sampai saat ini kalau dia bicara bahasa Indonesia ama gw, dia hanya bisa satu kata itu saja.
"Yudi, lets go Merokok!!"
