Selasa, 24 April 2012

Langkah 45 : Berpetualang ke Gado-gado Kartanegara

Hola Pendengar!!


Petualangan kali ini, gw mencari-cari nih toko atau warung makanan tradisional Indonesia. Kenapa warung tradisional? Karena eh karena pastinya jual makanan tradisional Indonesia yah. Mencari tempat makanan tradisional Indonesia di Jakarta memang agak sulit nih, karena jaman sekarang ini di Jakarta penuh dengan warung-warung pijat plus-plus (lah salah gaul). Maksudnya banyak banget toko fastfood di Jakarta. Nah, sebagai makhluk yang mengikuti perkembangan jaman bangsa, kita sering nih melupakan toko-toko makanan tradisional.


Tanpa pikir panjang, gw pun menyisiri jalan-jalan di Jakarta. Gw mulai dari dari daerah Blok M, Jakarta Selatan untuk berkunjung ke salah satu warung makanan gado gado yang sudah cukup terkenal. Namanya gado gado Kartanegara. Kalau kalian cari di google nama gado-gado Kartanegara dah cukup terkenal nih. Dari kalangan muda, tua, janda, duda semua makan disini.


Sesampainya disana gw markir motor dulu, abis itu lepaa helm, sarung tangan, halah kelamaan!!. Sesampainya disana gw duduk and langsung pesen satu porsi gado-gado. Pas gw lihat tuh gado-gado, porsinya kaya kasih makan anak gondoruwo. Banyak cuy!!. Tapi asli rasanya brrrrrr merinding bulu roma ku!!.


Satu porsi gado-gado Kartenagara plus es teh manis dihargai 15 ribu rupiah. Murahlah yah, gak sampe jual istri. Harga murah, rasa mantap. Karena penasaran, akhirnya gw bertanya-tanya sama pemilik gado-gado Kartanegara. Namanya Ibu Sumarten.


Sambil menyantap makanan, Ibu Sumarten ngejelasin nih cara membuat gado-gado. Beginilah caranya.


Ibu Sumarten  : Pertama-tama kita persiapkan kacang tanah. Tapi kacang itu harus bener-bener lokal. Lokal itu bener-benerlah dari Indonesia yang ada rasa manisnya. Terus gula Jawa. Gulanya itu gula pilihan. Disini kita ada langganan pabrik itu kita gak bisa beli ditempat lain , karena gulanya itu asli dari Jawa.nah itu yang mungkin bikin rasanya enak yah gula plus gram, asem jeruk udah. Nah sayurnya kita kebetulan Cuma empat macem sayuran.  kangkung, kol, toge, kacang panjang tambah kentang tahu ajah udah.


Gw  : *bengong ngayalin Farah Queen


Keasikan ngobrol and makan, akhirnya gw mo pulang. Pas mau bayar, Ibu Sumarten bilang "udah gak usah perkenalan aja kita". Perut kenyang, duit pun aman.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 03 Maret 2012

Langkah 44 : Petualangan ke Ibu KacaMata

Lidah kita memang diciptakan untuk menikmati segala macam rasa yah. Apalagi, makanan-makanan Indonesia mempunyai rasa yang beraneka ragam dan segala macam bentuk. Oleh karena itu, hari ini gw mau kasih suatu referensi tempat makanan yang enak and murah.

Khusus bagi kalian yang suka masak-masakan dengan rasa pedas dan masakan yang berasal dari Sumatera Barat atau Padang, ada nih tempat makan yang murah dan juga enak. Namanya Warung Ibu Kacamata. Awalnya, saat itu gw sedang mencari sejarah salah satu makanan khas Sumatera Barat yang bernama Rendang. Kenapa? Karena eh karena Rendang merupakan makanan terlezat di dunia versi survei yang dilakukan CNN tahun 2011 lalu. Luar biasa yah, gw yang biasanya makan mie instant dan nasi uduk ini langsung bergegas mencari referensi tempat makan Rendang yang enak dan gratis...hahaha.

Banyak banget warung makanan Padang yang bertengger di Jakarta, tapi apa semua masakan mereka benar-benar lezat ?. Enggak juga yah. Karena banyak warung makanan Padang eh yang jual orang Tegal. Kembali ke warung Ibu Kacamata, warung ini udah berdiri dari tahun 1978 di daerah Salemba. Lebih tepatnya Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, seberang Kampus Bina Sarana Informatika atau BSI Salemba.

Warung Ibu Kacamata ini selayaknya warung makanan Padang lainnya menyediakan berbagai ragam makanan yah (yaiyalah masa barang matrial). Ada Rendang dan kawan-kawan lainnya. Apa yang berbeda dari makanan Ibu Kacamata?. Pertama gw cobain adalah Rendang, secara gw lagi cari keistimewaan makanan itu. Kesan yang timbul pertama kali adalah Ibu Kacamata cantik...halahh bukan itu. Fokus Wahyu fokus!!. Rendang itu empuk dan memang rasanya pas yang gw harapkan muncul dari Rendang khas Padang. Apalagi bumbunya cuy, itu menggoyang lidah banget!. GARUUUUTTTT DI GOYAANNGGG!! *lha??. Fokus Wahyu Fokus!!. Bukan hanya dari rasa yang di utamakan di warung ini cuy. Ibu Kacamata sendiri mengatakan pelayanan yang ramah adalah kunci utama sehingga warung nya dapat bertahan hingga sekarang ditengah himpitan warung pijat plus plus di daerah tersebut,,Fokus Wahyu Fokus!!!.

makan Rendang plus nasi sepiring penuh dengan segala isi khas Nasi Rames plus es teh manis cuma di hargai 15 ribu Rupiah. Beda yah kalo makan sama Ikan Kakap, itu dihargai 25 ribu. Secara Ikan cuy, sama aja kalo makan sama daging naga pasti mahal yah. Ah itu Murahlah gak sampe jual rumah plus istri. Itu murah banget cuy, apalagi kalo rasanya pas di mulut dan perut. Gak bakal nyesel dah. Cuma satu efek yang lo bakal rasain abis makan di warung Ibu Kacamata yaitu gak bisa Pub. Kenapa? Karena sayang banget cuy buang makanan se enak itu cepet-cepet,,hahahaha lebay yah. Jadi kapan lagi kunjungi Warung Ibu Kacamata, suasana enak, rasa mantep and pelayanan ramah.

NB : Makasih Ibu Kacamata yang membiarkan Saya makan gratis..hahahaha

Minggu, 19 Februari 2012

Langkah 43 : Fenomena Berondong

Hola..hola!!


Gw akhir-akhir ini lagi bete-bete nya (bahasa gaul = bosen *biar lo ikutan pada gaul). Kenapa?, itu karena kakak gw yang bohai and berjenis kelamin betina ini sering banget mantengin acara tv berjenis infotainment atau acara gosip. Entah karena gen wanita harus ada gen gosipnya atau memang channel di tv gw cm ada acara itu?. Entahlah, yang pasti dia demen banget nonton seharian tanpa harus bernafas (buset ini Limbad kayanya).


Gw sebenernya gak anti-anti banget ama acara infotainment. Ada beberapa info dari acara tersebut yang gw suka. Contohnya, saat mereka memberitakan Syahrini dan Ayu Ting-ting. Kenapa Syahrini and Ayu ting-ting? Itu karena mereka unyu-unyu!!!. Selain mereka gak ada lagi yang gw suka..HIDUP SYAHRINI DAN AYU TING-TING!!.


Kalau acara gosip itu menayangkan selain mereka berdua, tangan-tangan gw seperti mempunyai mesin otomatis merebut remot tv dari tangan kakak gw dan menggantinya ke channel TVRI..Ngantuk-ngantuk dah lo!. Contohnya, saat memberitakan Syaiful Jamil and Dewi Persik. Ini gw bingung banget ama tingkah mereka berdua. Sebenernya mereka ini rela diwawancara apa numpang nyanyi Live di depan kamera. Bayangin aja, reporter nanya eh mereka malah nyanyi!!. Kalo gw jadi wartawan infotainment, kayanya gw harus siap-siap bawa tasbeh..mereka nyanyi, gw wirit..


Gw jadi Reporter:  "Jadi apa bener Bang Ipul jalin hubungan kembali ama mba Dewi?"


Bang Ipul: "Sekian lama, aq menunggu untuk kedatanganmu" sambil nyanyi sonet2 and menatap mata Dewi Persik. Kemudian mata mereka saling bertemu.


Mba Dewi: "Datanglah, kedatanganmu kutunggu" sambut mba Dewi.


Gw: "Bang Ipul hmmm"


Bang Ipul: "Sekian lama, aq menunggu untuk kedatanganmu" Kemudian tangan bang Ipul memegang tangan Mba Dewi.


Mba Dewi: "Datanglah, kedatanganmu kutunggu" sambut mba Dewi lagi.


Gw: "……….."


Bang Ipul: "Sekian lama, aq menunggu untuk kedatanganmu" semakin erat berpegangan


Mba Dewi: "Datanglah, kedatanganmu kutunggu" sambut mba Dewi untuk ketiga kalinya.


Gw: "AARRRRRRRGGGHHHHHH!!!!!!" mecahin gelas pake idung.


Oke ganti topik. Berondong yap berondong. Ini salah satu alasan kenapa kakak gw semakin gencar berada di depan tv. Tau Rafi Ahmad? Ya, memang muka gw ama dia itu ibarat Seven Eleven, sekarang gak jaman lagi 11-12. Rafi saat ini mang dikabarkan enggak jadi putus yah ama Yuni Shara. Dan seperti yang pemirsa tau, Rafi dan Yuni umurnya itu berbeda jauh. Rafi berondong, Yuni Jagung Bakar, halaahhh. Rafi Ahmad adalah salah satu artis idola kakak gw. Dan karena kakak gw gak setuju Rafi berhubungan ama yuni, dia lebih sering ngomel-ngomel sendiri akhir-akhir ini. Apalagi acara gosip lebih sering ditayangkan pagi hari. Itu sangat mengganggu tidur gw yang lagi unyu-unyu nya.


Setiap pekerja pasti butuh istirahat, apalagi pas hari libur itu berarti waktu untuk menghabiskan liburan dengan tidur sepuasnya. Tapi gara-gara Rafi dan Yuni kakak gw sering ngomel plus teriak "PASTI SI RAFI DIPELETT". Lalu gw sedikit terhenyak and tidur lagi. "RAFI SAADDAARRRR RAAFIIIII!!!". Bukan si Rafi yang sadar, malah gw bangun setengah sadar and lupa pake kolor.


Tergerak akan masalah itu, gw tertarik untuk menyelidiki sejak kapan dan kenapa laki-laki berondong lebih suka wanita yang berumur. Kalau ditanya sejak kapan berondong lebih suka wanita yang lebih dewasa jawabanya sejak zaman dahulu. Tau kisah Romeo and Juliet. Yap, betul usia Romeo lebih muda daripada usia ibunya Juliet. And kalau ditanya apa alasannya, ada beberapa poin, eh sebenernya tiga poin aja yang gw temukan disini  :


1. Menjalin hubungan dengan yang lebih dewasa membuat kita juga menjadi lebih cepat dewasa. Akibatnya wanita dewasa itu minta dinikahin cepet-cepet.


2. Wanita dewasa mempunyai harta yang melimpah.


3. Lebih banyak pengalamannya dari segala hal, jadi kita gak repot-repot ngajarin lagi.


Itulah poin-poin yang  selama ini gw bisa saring di otak gw. Berbicara mengenai isu ini, mengingatkan kembali akan memori gw ama mantan. Mantan gw waktu itu usianya lumayan jauh dari usia gw. Gw masih lucu-lucunya baru masuk kuliah, eh dia udah hampir selesai kuliahnya. Memang tingkat kedewasaan terlihat berbeda banget. Gw sering ngambek karena gak dibeliin sepeda, dia lebih sering menasehati dan mengayomi kaya Ustadzah Mama Dede "Cuuuuurrrhhaaatt donngg maaahh!".


Gw: "……………." Diam seribu bahasa.


Dia: "kenapa sih? , diem aja?" Sambil nenun baju.


Gw: "kamyu nih betexxx dueehhh akyuu. Kamoo gaks nguertii-nguertii!"


Dia : "Udah dong, jangan ngambek. Nanti gak dikasih ini loh". Sambil nunjukin permen chuupaa cuppss.


Gw: "Maaaaaooooooooooo".


Ya begitulah akhirnya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 02 Februari 2012

Langkah 42 : Sinetron Halusinasi Sesaat

Akhir-akhir ini gw jadi bingung ama konsistensi jalan cerita sinetron-sinetron Indonesia. Khususnya sinetron-sinetron jaman sekarang yah. Bagaimana gw gak bingung coba!?, coba kalian pikir dan teliti lagi. Setiap sinetron pasti ada genre yah kaya musik gitu. Tapi kadang orang kita itu sering mencampur adukan genre sinetron.


Contohnya, saat itu gw nonton salah satu sinetron di RCTI dengan judul *tiiiiittttttt (di sensor). Saat pertama kali gw nonton tuh sinetron, ceritanya drama romantis gitu walhasil bikin gw senyum-senyum sendiri. Episode kedua, ceritanya juga makin menarik dimana sang cowok sedang merayu cowok lainnya..hahhaa. Episode ketiga dan sampai sepuluh juga masih menarik jalan ceritanya. Itu sinetron berhasil buat gw ketagihan. Sampe-sampe remote tv gw bawa kemana-mana, waktu tidur tuh remote gw peluk, waktu makan gw suapin juga, waktu kerja gw bawa juga, waktu pulsa abis gw isiin pulsa juga (dikira tuh remote hape kali yah). Itu saking takutnya gw channel tv diganti sama kakak atau emak gw. Kalau dah diganti ama mereka buat nonton acara gossip, hadehhh jangan harap gw bisa nonton acara lainnya.


Kembali ke masalah sinetron, dah sampe mana tadi..hmm. oh iya, pokoknya begitulah tuh sinetron berhasil gw jatuh cinta. Tapi apa gerangan pemirsa, makin lama tuh episode sinetron, makin ngawur ceritanya,. Bagaimana tidak?, dari awalnya percintaan eh malah cerita pembunuhan..hadehhhhh. Pacarnya diculiklah, terus mau ditabrak lah, hadehhh. Jadi kecewa banget gw, padahal waktu dan tempat selalu gw sediakan untuk menonton sinetron itu. Sampe-sampe, kalau ada UAN tentang sinetron itu, gw yakin bakal dapet nilai A+.


Akhirnya, gw coba cari alternatif sinetron lainnya sebagai pengganti rindu jiwa sinetron gw. Tapi hasilnya sama aja. Tetep, lama-lama jalan ceritanya pembunuhan. Kalau kalian inget sinetron betawi "Si Doel Anak Sekolahan" itu walaupun ada beberapa sequel tapi gw gak pernah bosen. Itu yang gw rindu dari kualitas sinetron Indonesia.


Baiklah, salam persinetronan Indonesia, hooobaahh...


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 20 Januari 2012

Langkah 41 : Education Like a God

Hola Pembaca..


Berbicara mengenai pendidikan, seberapa pentingnya pendidikan bagi kalian?. Gw yakin lo semua menjawab "SANGAT PENTING". Dari Sekolah Dasar (SD) kita naik ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari SMP kita naik lagi ke SMA dan seterusnya sampai lambang S1 dan lainnya terpampang di resume atau CV kita. Semakin tinggi angka disamping "S", maka semakin berpeluanglah kita mendapat pekerjaan. D3, S1 dan lain sebagainya menyingkirkan semua orang yang bertitel SD, SMP dan SMA. Bahkan, orang yang bertitel SD sudah harus dikandaskan harapannya saat melihat papan lowongan pekerjaan (DIBUTUHKAN SARJANA).


Padahal negara kita masih banyak masyarakat yang hidup dibawah angka kemiskinan. Mereka berjuang mengais rezeki untuk mensekolahkan anak mereka. SD yang harus ditempuh selama 6 tahun, bagaikan berabad-abad lamanya bagi mereka. Kalau mereka masih kuat membiayai anaknya mereka akan terus berjuang. Tak peduli seberapa susah dan kerasnya mereka mencari biaya untuk sekolah anak mereka. Anak yang diharapkan sebagai pengubah nasib, malah akhirnya hidup seperti orang tuanya. Tidak jauh beda dan tetap menjadi miskin.


Kalau gw lihat tidak semua orang yang mempunyai pendidikan yang tinggi itu pinter. Banyak instansi-instansi yang menjadikan patokan tingginya pendidikan orang itu sama dengan kenaikan posisi yang penting. Tetapi hasilnya nihil. Banyak orang yang duduk dijabatan mereka tidak pada bidangnya. Hasilnya mereka tidak tahu apa. Sebaliknya orang yang mempunyai pendidikan pas-pas an, padahal orang itu mempunyai banyak pengalaman dibidang itu.


Pernah saat itu gw ke perbatasan, lebih tepatnya di daerah Kalimantan Barat, Dusun Badat Lama, Entikong. Di sana semua anak-anak sangat susah untuk pergi ke sekolah. Disana hanya terdapat satu SD. Mereka harus turun gunung saat ingin sekolah dengan waktu tempuh kira-kira dua jam. Karena jalurnya yang ekstrem, ketika turun hujan, mereka harus memendam keinginannya untuk sekolah. Jangan kan sekolah, guru pun disana hanya ada dua guru. Itu juga hanya mereka yang rela ditempatkan disana. Yang lain menolak.


Jadi, Pendidikan itu sekarang sudah menjadi seperti Tuhan. Semua menjadi acuan orang agar meraih sukses. Tuhan memberikan kita kesempatan untuk sukses dalam berbagai cara, bukan hanya dari label pendidikan. Walaupun dalam meraih sukses kita sering di gagalkan karena label pendidikan, bukan pendidikan itu yang menggagalkan kita, Tapi manusia itu sendiri.


Tuhan tak pernah inginkan membuat kita miskin, tetapi manusia terkadang bisa membuat kita tetap miskin.


Published with Blogger-droid v2.0.3

Jumat, 13 Januari 2012

Langkah 40 : Gombalisme Dari Jaman ke Jaman

Hola hola!!


Akhir-akhir ini banyak yah para pemuda dan pemudi Indonesia yang mengeluarkan kata-kata beraliran "gombal" Atau kita sebut saja mereka itu menganut faham Gombalisme. Sebenarnya, kata-kata gombal atau faham gombalisme itu sudah ada sejak dahulu kala. Tapi memang seiring jaman yang berubah, kata-kata itu juga mengalami perubahan. Kalau kata gombal jaman dahulu itu mengandung ungkapan perumpamaan, tapi kata gombal jaman sekarang ini mengandung ungkapan berandai-andai. Contohnya,


Kata Gombal Jadul:


Sang cowo:  " Dek". Ungkap sang gombalisme


Sang cewe:  "Iya bang". Sambut sang korban.


Sang cowo:  "Mau beli apa Dek?"


Sang cewe:  "Cimol dua karung Bang!"


Oke yang itu cuma bercanda....lanjuttt!


Sang cowo:  "Dek"


Sang Cewe:  "Iya Bang"


Sang cowo:  "Kalau Ade jadi Bunganya, biarkan Abang jadi kupu-kupunya"


Itu kalau kata gombal jaman dahulu. Kalau sekarang..


Sang cowo:  "Beib"


Sang cewe:  "Yoi beib"


Sang cowo: "cinta kamu itu bagai bulu ketek yah"


Sang cewe:  "maksooodd lohhhh beib??!!"


Sang cowo:  "walau dicukur berkali-kali tetep aja numbuh beib!"


Nah, perubahaan kata-kata gombal jaman dahulu dan sekarang juga diikuti oleh perubahaan oleh reaksi para korban. Kalau jaman sekarang ini biasanya reaksi sang korban setelah menerima kata-kata gombal akan berteriak "EEEEEEAAAAAAAAAAAA!".


Tapi, kalau jaman dahulu itu reaksi sang korban sungguh sangat berbeda. Biasanya, setelah menerima kata-kata gombal sang korban akan memukul-mukul kecil pundak sang pacar sambil berkata "aahhhh abannnggggg, ade jadi maauuuuuu". Lalu sang pacar bilang "mau de?? Ayo de!!"...hahaha. Selain itu, tingkah korban lainnya adalah lari sprint lalu jatuhkan diri dengan pasrahnya ke kasur (gak kebayang kalau sang korban adalah prety asmara) sambil guling-gulingan. Atau sang korban lari ke hutan dan berteriak (hmmm kaya pernah gw denger nih).


Ada perbedaan lainnya, kalau biasanya sang gombalisme jaman dahulu itu saat ini sudah menjadi tua atau bahkan sudah meninggal and sang gombalisme saat ini biasanya belum lahir atau masih bayi saat jaman dulu. Ya iyyaaaaallllllllllaaaaahhhhh!!.


Nah, gak masalah kalian mau memakai kata-kata gombal yang seperti apa. Yang penting biarkan kata-kata itu tetap gombal, tapi hati kalian tetep tulis. Tuluuusssssssss!!!!.


Published with Blogger-droid v2.0.3

Selasa, 03 Januari 2012

Langkah 39 : Bayi Rebus

Holaaaaa Happy New Year 2012 teman!!!!


Banyak sekali status-status di jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain sebagainya pasti berisikan harapan-harapan dan juga ucapan-ucapan selamat tahun baru di share yah atau di tulis. Ada yang isinya senang ada juga yang sedih. Setiap status yang kalian tulis itu menurut pengamatan gw yang telah dilakukan selama 3 menit ini, mengartikan banyak hal yang malah kebalikannya. Jadi sugesti yang terkontaminasi oleh transmigrasi dan terasi berbanding terbalik oleh urbanisasi dan korupsi. Bingung yah? Apalagi emak gw yanh lahirin gw. Nah begini contohnya:


Status temen gw sebut saja mawar


"Gak sabar deh nunggu tahun baru 2012 so exited!!"


Nah status temen gw ini mengartikan bahwa sebenernya dia gak terlalu berharap tahun 2012 cepet-cepet datang. Kenapa eh kenapa, karena eh karena mungkin si Mawar ini merasakan kebahagian yang cukup banyak di tahun 2011 lalu. Dia sebenarnya takut kalau di tahum 2012 ini malah terjadi kebalikannya. Maka dari itu dia menulis status tersebut untuk memprogram rasa optimismenya naik. Pas gw pastikan ke teman gw itu dia menjawab "sotoy lo!!". Nah terbukti. (Apaan yang terbukti coba?)..


Jadi sugesti yang berbunyi "pikiran yang optimis, menjadikan hidup kalian lebih baik" sudah benar-benar tertanam di banyak masyarakat Indonesia. Banyak orang-orang yang ingin membangkitkan rasa optimisme hidupnya dengan cara selalu berpikiran bahagia. Nah maka dari itu juga, banyak orang-orang yang menghabiskan malam tahun baru dengan jalan-jalan atau berpesta. Dan cara ini sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat di dunia. (Tunggu, tunggu...kok jadi serius yah pembahasannya. Oke kembali ke mesin tik).


Jadi malam tahun baru lalu gw pergi bersama pacar gw ke suatu tempat makan di kawasan Jakarta Utara yang selalu ramai tiap malam pergantian tahun. Sebenernya gw pengen ke Monas sebelum kesana. Tetapi saat melihat padatnya kendaraan yang memenuhi kawasan itu membuat motor gw berkata "tolong jangan menambah penderitaan saya lagi tuan. Gendong kalian aja saya sudah gak kuat!". Akhirnya dengan berat hati dan barbel 3 kilo, gw putuskan langsung menuju kawasan makan itu. Sesampainya di Kemayoran motor gw gak bisa masuk kedalam kawasan itu. Yap, macet ternyata sudah menyerang kawasan itu. Padahal masih jam 9 malam. Terpaksa gw memarkir kendaraan gw jauh dari tempat makan yang gw tuju. "Bu Iis" nama tempatnya selain enak makanannya, tempat itu menjadi kenangan saat gw ditolak pertama kalinya oleh pacar gw ini..╮( ̄▽ ̄")╭ ckck anak muda!!.


Walaupun sudah parkir dan memutuskan untuk jalan kaki, ternyata tidak mudah. Penuhnya pengunjung membuat gw berdua susah jalan. Kadang-kadang gw harus kayang dan salto untuk menghindari para pengunjung lain yang berdesak-desakan memenuhi kawasan itu. Gak jarang gw lihat orang-orang menggelar tikar dan langsung tiduran sambil menunggu jam 12 malam. Ibu-ibu, Bapak-bapak, sampai balita opun tiduran disana. Pertama gw pikir apa mereka gak punya rumah? Atau sangkin niatnya pengen liat kembang api sampai tidur disana?. Kalau kita sih yang dewasa gak apa-apalah yah, tapi yang masih balita ini, kasian gw melihatnya. Pemandangan itu terus gw liat disepanjang jalan. Sesampainya di warung makan Bu Iis, ternyata gw melihat suatu hidangan yang cukup membuat kulit Mpok Nori kembali kenceng.


Bayi rebus..wkwkwk


Published with Blogger-droid v2.0.2