Sabtu, 13 November 2010

Langkah 28 : Bromo Time

Hei Pembaca yang gak sengaja masuk ke blog gw. Apa kabar kalian hari ini?. Di edisi tulisan gw kali ini akan membahas panorama keindahan wisata alam gunung Bromo. Nah cocok banget nih bagi kalian yang sekarang pengen pergi ke Bromo. Mudah-mudahan bisa menjadi informasi yang menyesatkan..hahaha.

Langsung aja yah. Kalo gak salah itu hari jumat bulan Oktober kemarin, gw dan dua teman gw yaitu mba Ari dan Diane (bule) mempunyai tugas untuk mengamati suku Tengger yang berdiam di kaki gunung Bromo. JAdi suku Tengger tersebut mengadakan acara atau sebuah perayaan Hari Raya Adat Karo sebutannya. Inti dari Hari Raya Raya Adat Karo tersebut adalah untuk bersukur kepada tuhan mereka dan juga leluhur mereka atas kesehatan, kedamaian dan juga berkah yang mereka dapat selama satu tahun ini. Banyak sekali yang unik yang dapat gw lihat disana. Dari makanan, minuman, sampe tari-tarian yang ditampilkan pada saat perayaan. Salah satunya adalah tarian "jari telunjuk" ini.



Sebenarnya nama tarian ini bukan tarian "Jari Telunjuk"..hahaha. Tapi gw gak tau dan lupa nannya plus para dancernya hanya menggoyangkan sedikit kaki dan pinggul tetapi lebih mengutamakan goyangan jari telunjuk, maka dari itu gw sebut tarian "Jari Telunjuk",,JENG,,JENG..!!. (maaf-maaf kalo ada yang tau mohon kasih tau)..hahaha..
Tapi gw gak lupa nanya nih. Kenapa mereka hanya menunjuk satu jari. Salah satu masyarakat disana menjawab "itu menandakan bahwa kita hanya punya satu pencipta tuhan yang maha Esa".

Ada juga alat musik yang unik. Yaitu "Terompet Berkumis".



Bukan,,bukan. Bukan Bapak itu yah, yang berkumis tebal seperti pak Raden. Tetapi karena kamuflase sang terompet, maka bapak itu seperti berkumis. Awalnya gw pikir tuh bapak yang unik karena menyerupai salah satu tokoh pahlawan kita "Pak RAden" eh ternyata terompetna berkumis. Jadi Karena itu juga saya kasih nama "Terompet Berkumis". (lupa nanya terompetnya juga).

Ada juga tiga kepala desa yang duduk bersamaan layaknya seorang raja.



Anda salah kalau mengira ini adalah pengantin sunat yah,,tuh kan ada yang teriak tuh,,bukan ini kepala desa,,tuh,,tuh,,sapa itu yang bilang..ckckck. Ini adalah tiga Kepala Desa yang bersatu mengikuti acara Karo ini. (lupa juga nanya namanya sapa).

Nah ini yang gak kalah menarik. Makanan atau sesajen-sesajen yang dibawa para masyarakat untuk dipersembahkan kepada tuhan mereka.



Nasi goreng, ayam goreng, mie goreng ama es kelapa kira-kira isinya..hahaha..
Gw juga kurang tau apa sebenernya tuh isi dibalik daon pisang. Tapi ini adalah salah satu kebudayaan adat istiadat yang sangat indah dan berwarna yang pastinya patut untuk lo semua kunjungi (bunyi jinggle : Promosi)..

Kurang lebih gw 18 jam perjalanan dari Jakarta naek kereta api gajayana sampai Malang. Dari Malang naek bus kira-kira 2 jam sampai di Probolinggo. Nah dari Probolinggo kita naek mobil sewaan atau carter itu memakan waktu 45 menit sampe kaki gunung Bromo. Pusing, capek, acak-acakan pasti terlebih harus pergi ama temen gw yang bule. Bukan karena dia manja, tapi gw pusing harus mikirin kosa kata bahasa Inggris setiap kali mau ngomong ama dia. Berasa pas UAN Bahasa Inggris dah. Tapi saudara-saudara, saat anda berada di Bromo melihat Sunrise dan indahnya gunung Bromo. Percaya ama gw, lo semua bakal lupa capek, kesel, benci, laper, haus, gatel, pokoknya semua perasaan gak enak di diri lo. Lo bakal terucap "Wuih ini gunung ngerokok, keluar asep",,eh,,bukan-bukan. Lo bakal mengucap "Subahanallah". Sumpah Indah Banget.



(sumpah kata temen gw ini foto kaya foto majikan dan pembantunya,,siaall)



(Luar biasa Smoking Bromo)


Jadi Bagi kalian yang ingin pergi ke Bromo. Udah gak usah ragu, gak usah bimbang langsung pergi dan nikmatin udara dingin sampe 0 derajat celcius dan indahnya pemandangan disana. LO gak bakal nyesel dah.

Oia, Diane gw ajarin bahasa Indonesia. dan sampai saat ini kalau dia bicara bahasa Indonesia ama gw, dia hanya bisa satu kata itu saja.

"Yudi, lets go Merokok!!"

Sabtu, 16 Oktober 2010

Langkah 27 : Survey Membuktikan Macet Bikin Tua diJalan

Halo,,halo..
Apa kabar para pembaca yang baik dan budiman. Pak Budiman gimana kabar pak ?,,halah. Kali ini blog gw akan menceritakan sesuatu yang sangat menjadi perhatian masyarakat Jakarta. Bukan baru-baru ini aja, tapi dah lama masyarakat Jakarta ngeluh, ngejerit, gundah, gulana akan masalah ini. Ya gak salah kalau kalian nebak yaitu masalah "kenapa bulu idung gw keren sekali",,hahahaha. Bukan, bukan itu. Walaupun memang bulu idung gw keren dan panjang. Oia, akhir-akhir ini gw berpikir mau ke salon and minta di sambung alias bulu idung sambung. hmmm gimana jadinya yah ???.

Menghayal :

Gw : "mba mau disambung nih". Pinta gw ama orang yang terlihat seperti Cewe (banci).

Mba : "Apanya mas ?"

Gw : "Cinta saya mas,,eh mba."

Mba : "Masss Waaaaayyuuu."

Gw : "Maasssss,,eh Mbaaaa Tince."

Hmmm,,kok jd ngaco..!!. Oke berhayal lagi.

Mba : "Apanya mas ?, rambut ?."

Gw : "Bukan mba, bulu idung bisa ?"

Mba : "HAH. Apa-apaan sih mas. Rambut sambung buat idungnya lagi abis mas." (halah sangkain gak bisa).

Gw : "Saya bawa kok mas, eh mba."

Mba : "Mana,,mana mas." Pinta mba salon genit..

Gw : "Pake bulu ketek bisakan mba. nih mba."

Hahaha,,gak kebayang bulu idung gw jadi keriting trus bau ketek..kwkwkwkwk

Oke kali ini kita kembali ke topik. Jadi yang ingin kita bahas adalah soal kemacetan. Yak akhir-akhir ini kemacetan yang sudah lama hinggap di Jakarta, sudah tidak bisa ditolerir lagi. berapa ratus hingga jutaan orang yang rugi waktu dan tenaga karena macet ini. Contohnya gw, rumah gw di salah satu perumahan elit di Bekasi..hahaha. Nah jika dari bekasi ke kantor gw di daerah Jakarta Pusat itu bisa memakan waktu sampai kurang lebih dua jam,,BAYANGKAAANN..!!. Macet disana-sini. Mening kalo alasan tuh macet jelas, misalnya ada kecelakaan jadi diharuskan harus segera menikah, halah maksudnya kecelakaan antar kendaraan, perbaikan jalan, si Komo lewat dan lain-lain. Oke itu gw ngertiin lah yah. Apalagi kalo si Komo lewat walaupun macet, kan kita bisa terhibur juga karena si Komo hadir ditengah-tengah kita...hahaha. Nah ini kagak jelas apa penyebabnya, eh macet..ckckck. Apalagi kalo kata seorang pengamat permacetan (lupa gw namanya : Nonton di tipi tetangga) Jakarta akan tidak bisa bergerak pada tahun 2011. Tuh berapa bulan lagi kan. Gimana kalo dijalan tiba-tiba gw kena serangan mules mendadak, masa gw buang ditengah jalan ?.

Kalo kita berbicara mengenai gimana cara mengatasi kemacetan ini. Mungkin Pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa opsinya yah. Diantaranya, pemindahan ibukota Jakarta ke daerah lain. Nah opsi yang ini yang bikin gw geleng-geleng. Maaf nih kalo kalian gak setuju. Kalo pindah rumah mah gampang, nah ini ibu kota. Otomatis semua sentra Pemerintahan negara ini akan juga dipindahkan. Kita harus membangun kembali semua fasilitas-fasilitas kepemerintahan seperti departemen-departemen milik negara. Berapa biaya yang akan dikeluarkan negara ini ?. Dan pastinya akan ada orang yang akan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan yang bukan seharusnya milik dia...ckckck. Negara ini melimpah dengan sumber daya alam yang gw kira gak akan habis sampe 7 tambah 7 jadi 14 turunan. Begitu juga dengan sumber daya manusianya, gw kira banyak orang pinter dan jujur di luar sana yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kemacetan ini. Kita cari arsitek-arsitek yang berkualitas tampung segala pemikiran untuk membangun sarana, prasarana, khususnya akses jalan agar lebih mudah dan bisa mengatasi kemacetan. Nah dengan dibangunnya pembangunan jalan dan akses yang lebih terperinci, lah Jakarta juga akan lebih berkembang toh. dan gw rasa biayanya juga akan lebih murah.

Aduh udah yak. Pusing gw nulisnya. Akhirnya blog gw ada juga yang bikin gw mikir. Ntar kita lanjut lagi pemirsa. Pokoknya siapin plastik yang banyak buat muntah kalo baca blog gw. hahahaha...

Minggu, 18 Juli 2010

Langkah 26 : Jangan Curhat Dengan Saya..!!

Dah beberapa edisi blog gw bertuliskan hal-hal yang serius dan sedih, seperti bagaimana tips-tips menghadapi persalinan pertama binatang peliharaan kita, tips-tips bagaimana menggaruk kepala menggunakan kaki (Silakan coba), sampai tips-tips bagaimana menghindar dari sang penagih utang. Semua tips-tips ini membuat jidat gw ini semakin berkerut saat menulisnya. Nah kali ini gw mencoba menulis keahlian yang sebenarnya enggak gw miliki. Yaitu menjadi pendengar yang baik dan memberi saran kepada orang lain...Auuuuuuuu...(Kok jadi cerita misteri nih).

Banyak temen-temen gw yang berpikir dan mempunyai anggapan bahwa gw ini adalah pemberi saran dan tips terjitu. Yah kalau boleh disetarakan, gw ini sama dengan sebuah kartu kredit yang selalu memberikan jalan keluar kepada penggunannya untuk ngutang,,hakhakhak. Nemenin orang curhat adalah salah satu hal yang paling membingungkan gw. Saat orang tersebut curhat, gw selalu memasang muka ganteng gw dengan seriusnya, lalu mencoba menganggukan kepala isyarat bahwa gw pegel,,haha. BAnyak korban yang termakan atau terjebak dengan saran atau tips yang gw berikan. Lagian gw juga sebenarnya bingung apa yang mereka curhatin.

Korban pertama :

Sebut saja namanya si Ani. Si Ani ini baru saja kehilangan Ibunya karena dipanggil oleh Sang Maha Pencipta. Setelah tiga hari dia meliburkan diri dari sekolah, akhirnya dia kembali masuk ke kelas. Dan apesnya dia curhat ama gw.

Ani : "Hiks,,hiks". Tersedu-sedu karena masih dalam keadaan berduka.

Gw : "Sabar yah Ni". Kata gw Bak seorang Petani.

Ani : "Gw belum ngebahagiain Dia Way, gw berdosa banget ama dia, gw kangen". Terangnya seterang rembulan, lho kok.

Gw : "Entar Kalo kita mati, yakin deh gw pasti kita ketemu lagi ama orang yang kita cintai". Keren sekali.

Ani : "Apa gw harus mati sekarang Way, Gw kangen banget". NAh lo.

Gw : "Et,,bukan, bukan gitu maksudnya Ni". Kata gw sambil pasang muka panik.

Ani : "JAdi gmn Way?". TAnya dia sambil narik-narik tangan gw.

Gw : "Hmm,,gini Ni, Bunuh diri itu tidak dibenarkan agama...".

Ani : "Bunuh diri..".

Belum selesai gw ucapkan kalimat dia dah motong dan tebak apa yang terjadi. Dia pingsan dan kesurupan. Good Wayu. Saran yang bagus. Bunuh diri kata yang sangat bagus.


Korban Kedua :

Sebut saja namanya kiting. Dia ini lagi bimbang sama pacarnya. Pokoknya lagi ngegantung gitu kaya si amang di pundak si Buta dari goa hantu (Kok dia lagi ci), karena pacarnya di sinyalir bermain petak umpet dibelakang matanya A.K.A selingkuh. Akhirnya dia memberanikan diri untuk curhat kepada sang mentalist sejati yaitu gw..hmmpphh..(Sambil coba bengkkokin sendok dengan idung).

Kiting : "Way bingung gw way".

Gw : "NApa lo, hidup itu jangan dibikin bingung ting, let it flow bagaikan air yang bertransmigrasi dari tempat urabanisasi mereka yang satu, ke satunya lagi. Hidup itu fun lagi, lo bisa hang out dimana-dimana, gaul, digauli, bali, bibi, pipi, hmmm,,sapi. gitu dah". HEbat sekali penjelasan gw.

Kiting : ".............". Terdiam

Gw : "Dah nanti aja mikirnya, lanjut ting".

Kiting : "Gw sayang banget Way ama pacar gw yang ini. Tapi gw gimana gitu ya way..".

Gw : "Ting, seperti yang gw bilang tadi. Hidup ini harus bisa dinikmati dan dibuat indah seperti halnya yang tersirat di UUD 45. JAdi kalau andaikan ketemu permasalahan yang membuat hidup lo stuck or kesel dan gak indah lagi, lo harus bisa putusken yang mana yang baik agar hidup lo menjadi indah lagi. Btw, nama kakak lo indah kan?".

Kiting : "Jadi putusin nih".

Gw : "Lo harus putuskan si Indah". semakin ngaco

Kiting : "Oke gw telpon sekarang".

Setelah kejadian naas itu, akhirnya kiting berpisah dengan pacarnya yang sampai saat ini gw lom tau namanya. Besoknya Kiting memasang muka murung. Karena ternyata pacarnya tidak pernah selingkung dan anggapan si Kiting selama ini salah. Karena terlanjur sakit hati diputusin ama si Kiting, pacarnya membalik keadaan dengan mutusin si Kiting.

Dan sekalli lagi dengan sikap seorang pahlawan gw menepuk pundak dia dan berkata...

Gw : "Sabar ya ting, karena sabar itu disukai oleh sang Pencipta. Seperti yang tertera di prasasti MAjapahit, hidup harus move on. Eh move itu artinya pindah ya kan ting, On berarti nyala. Berarti move on artinya paan ting?".


*Siiigghhh*

Langkah 25 : The Hardest Dicision

Keputusan terkadang harus kita ambil walau itu akan mengubah hidup kita selamanya. Terkadang keputusan yang kita ambil itu menandakan juga tingkat kedewasaan kita. Itu adalah kata-kata yang sering gw denger akhir-akhir ini dari sahabat-sahabat gw. "Lo harus bisa ngambil keputusan segera Way, biar gak terlambat,". Sakin pusingnya dan gw ngerasa tertekan, maka dengan berlandaskan pancasila dan UUD 45, gw mengeluarkan keputusan tersebut.

Keputusan ini bukan diambil karena semata-mata gw emosi sesaat, inga, inga Tink !. Kegiatan yang selama ini gw sukai, cintai dan bahkan seperti penyembung nafas kreatifitas gw, harus gw hentikan yaitu ngeband. Susah juga untuk menyatakan bahwa gw berhenti kepada teman-teman band gw. Jam kerjaan gw yang gak menentu karena bekerja di media dan gw ngerasa ada ketidak harmonisan antara gw dan anggota yang lain. Alasan gw pertama berhenti adalah karena salah satu anggota temen band gw. Mungkin yang lain gak ngerasa gw semacam ada konflik batin ma dia tapi gw ngerasa banget. Walaupun gw gak pernah mendendam ataupun ngerasa punya perasaan benci ma dia, tapi gw heran kenapa dia bisa punya perasaan itu yah ke gw. Kalo gw inget permasalahan ini, gw jadi pengen nyanyi.

"Pulangkan Saja, Aku pada ibuku, atau Tuanku..ooooo..!!".

Band adalah sebuah keluarga bukan hanya berlandaskan bisnis. Kata - Kata itu yang selalu gw terapkan selama gw ngeband. Jadi walaupun gw ribut sama salah satu anggota band, dikelarin tuh masalah dah finish gak da perasaan dendam lagi. Tapi yasudahlah, tidak ada yang salah dalam hal pengambilan keputusan gw ini, hanya gw yang salah. Yang gw takutin adalah saat gw gak ngeband lagi, gw gak bisa berkarya lagi, nyiptain lagu lagi, nyari anak-anak SMU yang lucu,,hahaha. Bercanda,,bercanda. Itulah yang gw takutin. Tapi ini harus gw jalanin, demi kebaikan band mereka juga. Disaat kita tidak harmonis lagi, disitulah karya - karya semakin menipis dan jarang keluar.

Empat tahun gw bergelut, berguling, berlari sama band ini akhirnya terlepas begitu saja. Tapi keputusan ini gw anggap yang terbaik. Saudara tidak akan tahan melihat air mata saudaranya jatuh bukan. Sekarang saya tinggal memutuskan apakah kedepannya saya akan berkreasi lagi dimusik, apakah tidak?. Apakah si Buta dari goa hantu tetap menggendong si amang, ataukah tidak ?. Who knows. Let it flow.. sadaaaaapppp...

Rabu, 26 Mei 2010

Langkah 24 : Lelah euy..

2 bulan sudah gw gak menulis di blog ini. Akhir-akhir ini setelah gw pulang dari Kalimantan, gw bawaannya males banget. Mau makan teringat males, mau tidur eh teringat males juga. Apa karena anggur merah yang memabukan diriku kuanggap, belum seberapa,,a,,a,aa,,DASYATNYA (Ngaco). Tapi beneran nih, beberapa bulan ini gw males banget ngelakuin apa-apa. Contohnya aja kerja, padahal kerja itu merupakan penghasilan utama gw untuk menyambung hidup, tetapi aduuuuuhh males. Yang kedua ngeband, padahal maen band dapat mengendurkan urat-urat syaraf, membuat gw terlihat semakin jantan dimata wanita-wanita tuna netra dan tentunya kerjaan yang asyik, tetapi sekali lagi malless. Yang ketiga berinteraksi dengan keluarga dan pacar. Contohnya akhir-akhir ini gw males banget pulang cepet kerumah sekalipun pulang kerumah, gw langsung masuk toilet dan menuntaskan tugas suci gw tanpa berbincang-bincang terlebih dahulu. Ada suatu kala saat gw didalam toilet, eh emak gw mencoba berinteraksi dengan gw dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang mengandung unsur kecurigaan. Begini ceritanya :

Emak : "Wahyyuuuuu !," emak gw manggil

Gw : "Heeeeee'uuhhh," Sambut gw setengah sadar.

Emak : "Kenapa kamu ?, pulang langsung masuk toilet," Tanyanya.

Gw : "Eeee,,kebelet mak,,eeee,,masa mo potong rambut disini," Jawab gw.

Emak : "Kalo ada masalah cerita ja," Bujuk rayu sang ibu.

Gw : "hiks,,hiks.." gw terisak-isak.

Emak : "Gak pa2,,lepas aja,,keluarin aja," emak gw mancing.

Gw : "Hiks,,hiks,,hiks," Gw semain terisak.

Emak : "Dah Sekarang cerita, Kenapa sampae nangis,"

Gw : "Sayanng mak,,hiks,,hiks."

Emak : "Mang kenapa ?, putus ?, masih sayang ama dia ?,"

Gw : "Bukan mak !."

Emak : "Trus kenapa ?!!."

Gw : "Wayu baru makan nasi padang, sayang sekali kalo harus ke toilet dan buru-buru melepasnya."


Itulah beberapa hal yang maless gw lakuin. Seakan-akan gw mau sendirian ditempat yang sepi ditemani pemandangan indah yang siap menyambut, beberapa pembantu yang ngelayani gw, temen-temen gw buat temen gw curhat, pak RT buat bikin KTP, Pak lurah suaminya bu Lurah, lah itu mah rame-rame juga yah. Pokoknya pengen sendirilah kalo bahasa inggrisnya alone, kalo bahasa Jawanya alone-alone asal kelakon.

Akhir-akhir ini gw memikirkan jalan hidup gw kedepannya. Gw mau sukses, terarah, sesuai dengan UU 45 dan Pancasila. MAsih banyak target yang harus gw peroleh dalam hidup ini, tetapi kadang rintangan dalam hidup selalu menerpa. Walaupun gw gak pernah nyerah untuk menghadapinya, tapi terkadang kita merasa lelah untuk menyelesaikannya. Karir adalah salah satu hal yang paling mendominasi didalam pikiran gw. Karir, karir dan selalu karir. Pikiran gw selalu terpecah, terbagi dua, kalo bisa digambarkan bagai pinang dibelah dua. "Haaahhhh" helaan nafas adalah salah satu hal yang menunjukan ekspresi gw saat ini.

OPTIMIS. Mungkin kalian selalu mengatakan itu didalam diri kalian untuk membangkitkan kobar api asmara, eh semangat yang ada di dalam diri. Sama seperti halnya kalian, gw juga selalu menempelkan erat-erat kata OPTIMIS didalam hati dan otak gw. Mudah-mudahan selalu ada dan melekat di dalam diri ini (perasaan kaya lirik lagu).

Ada sebuah kalimat yang muncul saat ini dikepala gw, Apakah kita Jalani hidup ini ?, atau hidup ini untuk dijalani ?.

Kamis, 04 Maret 2010

Langkah 23 : Entikong Oh Entikong...

Hampir satu bulan gw berada di Perbatasan Entikong Kalimantan Barat, Indonesia-sarawak Malaysia. Dan disini pula gw melihat banyak pengalaman yang bisa gw ambil dan gw makan bulet-bulet lalu dibagikan ke orang lain biar semua tahu, gimana keadaan perbatasan ini. Semua yang belum kesini pasti mengira kalau Entikong itu sudah sangat berkembang, secara perbatasan adalah Beranda Depan suatu negara. So harus terlihat bagus dan indahkan. Itu juga yang gw rasain saat naik bis dari pontianak ke Entikong. Menaiki bis ini memakan waktu kira-kira tujuh jam sampe Entikong. Gw dah mulai curiga saat selama perjalanan yang gw temuin hanya semak belukar dan hutan. Jangan-jangan gw jadi salah satu korban Trafficking. Tapi pikiran itu ilang saat gw tanya abang keneknya "Bang ini betul ke Entikong ?". Lalu si kenek menjawab "Bener,,anda gak salah dek,,percayakan ama saya". (sambil menggemgam tangan gw erat). Inilah momen disaat gw pecaya banget sama seseorang,,hahaha. Gw bingung selama perjalanan ke Entikong, bener-bener jauh dari harapan. Berangkat dari jam 9 malam sampe jam 5 shubuh di Entikong. Saat gw turun dari bis hati gw berkata. "WELCOME TO THE TRUE JUNGLE WAHYU". Sambil menjulurkan tangan ke dada.
Sesampainya gw di tempat tugas gw, langsung kaget gw, ternyata eh ternyata banyak serangga disini..aaatttuuuuuutttt. Segala macam serangga ada disini cuy. Dari kumbang sampe keluarganya dan yang paling gw takutin adalah Kecoa disini besar-besar. Haddoooohhh mau teriak kaya di Jakarta, tapi gw malu ama bos, Muka bunga bangke hati bunga mawar..haha..
disini gw dikenalin ama pegawai semuanya. Ada reporter dari Pontianak Jang Rangga dan EKo, Tekhnisi dari Pontianak Bang Budi, Penyiar dari Entikong Chika dan Bang Tam, Keamanan dari Entikong Usuf dan Udin. Disini gw harus mencoba membaur kembali dan itu hal yang tersulit untuk mencoba akrab pada keadaan yang baru.
Baru sekitar seminggu gw disini, gw harus observe ke salah satu desa yang terisolir dimana tak ada listrik, air, balai kesehatan dan sinyal pula. Desa itu bernama Desa Badat Lama dan Baru. Untuk pergi kesana tak ada jalan darat, sehingga kita harus menaiki sampan selama kira-kira 7 jam sampai muara. Tak jarang juga kita harus turun dari sampan dan melewati hutan, karena sampan tak mungkin lewat arus air yang besar dan dipenuhi batu besar. Sesampainya 7 jam, kita sampai di muara atau semacam terminal sampan. Dari sana kita harus berjalan kaki selama 3 jam untuk menuju dusun Badat Baru, setidaknya itu kata orang-orang sana yang biasa naik gunung. Pas gw coba ama temen gw Bang Budi untuk terus melangkah sampe tujuan, gw ngerasa ini kaki gak bisa ngelangkah lagi. Padahal tadinya gw paling depan dan gw terus tersusul oleh kontestan lainnya. Gw duduk dipinggir jalan yang luasnya cuma 1 meter sambil dilalui orang-orang.
Gw : "Hhhhh,,Hhhhhh,,Hhhhh,,Nggiiikk". (bengek).
Orang 1 : "Capek mas ?". (sambil berlalu).
Gw : "Gak,,hobi aja narik napas". (senyum gak jelas).
Orang 2 : "Istirahat mas?".
Gw : "Gak,,lagi push up".
Ibu-ibu : "Ayo Mas,,SPIIRRIITT..!!". (sambil bergaya kaya Primus).
Gw : "....................". (mata dah kunang-kunang).
yang tadinya target 3 jam sudah sampe di dusun Badat Baru, eh ternyata gw nyampe 4 jam. Itu juga gw dah lemah gemulai. Sesudahnya sampe di dusun Badat Baru, gw istirahat sebentar, minum es kelapa sambil tanya-tanya kepala dusun disana. Dan berdasarkan informasi yang gw dapat. Warga disini gak terlalu bisa bahasa Indonesia, mereka hanya bis bahasa Malaysia. Dan banyak warga mereka yang menjadi warga negara Malaysia karena kalau di Indonesia mereka tak akan maju, paling tidak itulah anggapan mereka. Gw gak bisa komen apa-apa lagi pas mereka mengeluhkan perlakuan Pemerintah sehingga mereka menggantungkan nasibnya pada negara tetangga. Gw hanya bisa diem dan diem, ternyata selama ini gw terus mengeluh hidup di Jakarta, macetlah, banjirlah apa aja. Tapi mereka lebih berat kehidupannya. Gw hanya berkata pada diri gw sendiri "MANJA".
Akhirnya selesai lah gw beristirahat di dusun Badat Baru dan siap melanjutkan perjalanan ke Dusun Badat Lama. Yang gw denger perjalananya memakan waktu 3 jam dengan jalan kaki karena harus naik gunung gak mungkin naek motor. Ternyata bener, struktur jalannya kaya gunung beneran dan gw harus merangkak kalo gak mau jatuh ke jurang. Secara kanan kiri gw jurang. Semua pada ngasih semangat ke gw dan kawan gw karena gw berdua yang paling keliatan gak kuat. Sekitar jam 6 sore gw sampai di Badat Lama dan sekitika itu juga lelah gw ilang karena disambut oleh para warga disana dengan adat dan kebudayaan yang indah banget. Gw Mau nangis iya dah. Ternyata ada orang hidup disini, ternyata masih ada masyarakat yang setia menggenggam bendera merah putih walau keadaan mereka begini. Sekolah pun hanya ada satu dan terletak di Dusun Badat Baru. Kalau anak-anak dusun Badat Lama ingin sekolah mereka akan melewati trek yang sama yaitu curam dan licin. Tak jarang juga kalau hari hujan mereka tak pergi kesekolah. Tapi gw salut ama sambutan mereka, bener-bener luar biasa. Sampe gw ngbrol-ngbrol ama guru dan guru tersebut hampir nangis. Secara mereka hanya ada 2 guru ngajar enam kelas.
Mudah-mudahan perjalanan gw ini bisa menjadi informasi yang dapat mengubah keadaan dan dapat menggugah hati Pemerintah. Terima kasih warga dusun Badat baru dan Lama, terima kasih sama Pak Kades entikong pak Imran atas kesempatannya.

Selasa, 09 Februari 2010

Langkah 22 : Baby I'm Go to The Jungle..

Olrite para pembaca yang budiman dan pengertian. Terima kasih telah membaca blog aye selama ini dan masih selamat pula. Sampe saat ini 50 % pembaca yang telah melihat blog ini telah terkena sindrom dimana perut berbunyi dikala belum makan apa-apa. Maka dari itu, makanlah sebelum anda dimakamkan..hahaha.

Di edisi 21, gw menceritakan dimana gw tersesat di Pekalongan. Dan sekarang gw akan menceritakan perjalanan gw di perbatasan Entikong Kalimantan Barat Indonesia-Serawak Malaysia. Awal keberangkatan gw ini karena bos gw menilai gw lah satu2nya orang yang pantas menaklukan orang utan,,hahaha. Pas gw denger bahwa tugas ini memakan waktu selama 2 bulan, dada gw berdegup kencang, pantat kejang-kejang, idung kembang kempis dan pipi merah merona,,apa coba ?. Gw merasa tertantang untuk mengetahui apa yang ada disana dan apa yang harus gw gali disana..(kaya petani dah). Gw harus meninggalkan keluarga gw, band gw dan pacar gw. Sedih rasanya, but inilah tantangan bukan. Gw harus tunjukan bahwa kemaluan gw besar,,eh kemauan maksudnya.

Awal gw mo berangkat and bilang ma keluarga gw, mereka langsung bilang.

"ASIK DAPET DUIT BANYAK..!!"..(sambil joget-joget).

Duit ci mank dah banyak, but bukan itu yang gw cari,,gw lebih mencari bang toyib,,lah kok?.

Selanjutnya gw bilang ma temen band gw bahwa gw mo pergi. Lalu mereka berkata.

"yaaaahh way,,kita mo launching, gak ada additional sekeren, setampan, semanis lo gethoo..!!". (sambil muntah).

Inilah kawan pilihan yang harus gw pilih. But gw percaya ma mereka semuanya.

Selanjutnya lagi gw bilang ma pacar tetntang tugas ini. Lalu dia berkata.

Pacar aye : "hiks,,hiks". (sambil ngelap ingusnya yang beleberan).

Gw : "kayang,,eh sayank, kan cuma 2 bulan".

Pacar aye : "hiks,,hiks". (tetep nangis).

Gw : "bang,,bang beli siomay".hahaha

Pacar aye : "pesenin aku juga yak". (sambil megang perut, ternyata kalo laper dia nangis,,hahaha).

Gw : "sabar yak,,aye pasti kembali. Ini tugas suci yang harus diselesaikan".

Pacar gw : "baiklah Ti Pat Kay".

Gw : "sakit hati rembo".

Itu lah perpisahan yang dilakukan ma gw. Sebenernya susah buat ninggalin semuanya, apalagi pergi jauh gitu. Paling jauh gw cuma ke Monas. Itu juga bingung cari pintu masuknya. Tapi apalah daya, tugas ini sebagian dari tujuan hidup gw. Observe ke daerah-daerah yang boleh dikatakan tertinggal.

Cukup sekian edisi kali ini. Tunggu edisi selanjutnya. Tetep di Kalbar.

Minggu, 31 Januari 2010

Langkah 21: Lost In Pekalongan

Haloha,,haloha (sambil pake pakaian ala hawai)..
Sudah lama tampaknya saya tidak menulis. Sekitar 2 bulanan kali yah. Tapi kali ini gw akan coba menuangkan ide dan ingatan gw kembali. Kenapa edisi hari ini gw kasih judul Lost In Pekalongan ?. Kenapa ayo ?. Kalo ada yang bisa gw kasih tiket nonton gw joget perut seharian dirumah..hahahha. Itu karena pada bulan Desember gw dikasih tugas untuk menggali apa saja yang ada di Pekalongan. Dari hal pariwisatanya dan potensi-potensi kebudayaan Pekalongan lainnya.

Kenapa Pekalongan ?

Sebetulnya, itu keputusan dari bos gw untuk pergi kesana. Masa gw milih seenaknya wae. Jadi gw laksanakanlah tugas itu dengan sepenuh hati, setulus jiwa dan semulus paha ini. Empat hari gw berada disana untuk menggali apa aja yang berpotensi di Pekalongan. Terus terang gw bengong pas ditanya apa saja yang menarik dari Pekalongan. Kalo priok gw tau,,hahaha.
Tapi yang gw tau disana adalah batiknya. Yap batik mang lagi ngetrend dikalangan anak muda, anak tua dan anak paruh baya di Indonesia. Bagaimana tidak, soalna batik sudah diremikan sebagai warisan budaya Indonesia. Waktu belom diremikan dan hampir mo diambil ama negara tetangga sebelah, semua orang Indonesia sibuk, semua mengaku cinta ama batik. Tapi untungnya sekarang batik dah resmi jadi bagian kebudayaan Indonesia. And tapi lagi nih, kalo gw ngambil batik sebagai bahan yang pengen gw observe (bingung kan lo bahasa Inggris), itu dah biasa. Semua orang dah tau batik jadi gak keren kalo gw angkat itu..haha. Jadi sebelum berangkat gw observe dulu di internet, apa saja sih yang ada disana ?.

Tapi apa yang gw temukan di internet, itu hanya membuat gw makin bergariah,,lah,,lah gw salah buka itu mah redtube..hahaha. Gw ulang lagi bukanya, tapi apa yang gw temukan lagi saudara-saudara ?. Situs-situs tentang pariwisata disana sangat terbatas dan sedikit sekali. Hanya ada batik and batik again. Hanya ada beberapa situs yang menyediakan informasi pariwisata disana tapi itu sedikit sekali informasinya. Jadi gw memutuskan untuk membuka redtube kembali..hahaha..

Sesaat gw pengen tidur (kebetulan gw pendidikan and nginep di hotel berbintang 20..hahaha), gw buka kembali informasi tentang Pekalongan yang gw print. Sementara itu, temen sekamar gw dah tidur dengan dan lagi-lagi gw dapat temen sekamar yang mempunyai kebiasaan NGORROOOKKK...(langkah 13). Gw pikir-pikir kembali apa yang bisa digali dari batik ?, apa yah. Gw buka pintu kamar, duduk di lobi, eh gw liat cewe ma bapak-bapak sedang berbicara. Cewe itu tampaknya ingin pergi. Tapi apa yang hendak dia lakukan pergi tengah malem gini ?. Sesudah itu mereka cipika-cipiki, lalu bapak itu mengelus rambut cewenya, terus,,terus hati gw berkata..hahaha. Tapi akhirnya cewe itu pergi. yaaaaaaahhhhh,,hati gw berkata. Sesudah cewe itu pergi, bapak-bapak tadi buang sampah sembarangan didepan pintunya. pas gw liat sampah itu,,OH YAAA..TINNNKKK, kenapa gak sampah batik, dengan kata lain limbah batik (sebenernya gak nyambung yah). Batik hanya terkenal dengan keindahannya, tetapi mayoritas masyarakat disana bekerja sebagai penghasil batik, jadi dampak negatif apa yang ditimbulkan batik ?. dengan kata lain yaitu limbah dan bagaimana lingkungan mereka ?. HAHAHAHAHA...

Akhirnya gw berangkat dengan 3 temen dan 1 bos gw. Naek pesawat trun di Semarang trus naik taksi ke Pekalongan. Sampe disana kita gak langsung istirahat, tapi langsung cari makanan khas daerah sana. Kita ptuskan naek angkot, tapi jalanan disana sumpah sepi banget. Angkot juga jarang-jaring. Kalo lewat cuma 1, beberapa kemudia baru lewat lagi. Gw lumayan pegel tralala cuma buat nugguin angkot. walhasil gw putu2 dulu ma temen-temen gw.


Lagi syuting pilem Suzana,,hahaha

Akhirnya ketemu angkot, berangkat ke pasar sayun namanya trus ke toko Soto Tauto Haji Rohmani..Rasanya didominasi ama taucho. Gak heran kalo namanya Soto Tauto. Enak,,enak. Kenyang berangkat lagi, tapi gak tau tujuannya kemana. Gw ma temen-temen bingung. Trus gw nyeletuk "dah jalan aja, kali ketemu hal-hal yang menarik". Temen-temen gw ngangguk-ngangguk.

Beberapa jam kemudian

Ina : "hmm,,kita mo kemana ya ?"
Wati : "kayanya ini jalanan yang kita lewatin ama angkot ya ?".
Gw : "hmmm...". (pura-pura mikir).

Tapi gw pikir-pikir kembali mank iya, ini jalanan yang tadi kita lewatin. akhirnya kita jalan-jalan dengan menggunakan alat tradisional yaitu kaki kita sendiri. Dari jam 3an sore sampe jam 10an malem. Dan apa yang terjadi, kita akhirnya menemukan hotel kita kembali.hahahahah...
Dan kita berhasil mengitari kota Pekalongan dengan berjalan kaki hanya dengan 7 jam. Kalo ada MURI, wah bisa dimasuk kita..hahaha..

Tapi yang kerennya lagi, kita berhasil mengunjungi tempat-tempat yang dianggap rame disana. Istilahnya tempat nongkronglah lah gitu. Salah satunya adalah Bundaran Pekalongan didepan masjid raya Pekalongan. walaupun Lost In Pekalongan, but keren kok, pengalaman cuy. Dan inilah salah satu putu pengrajin batik yang sedang tersesat.haha



Sebenernya gw juga rela bergaya gini...hik's..