Minggu, 18 Juli 2010

Langkah 25 : The Hardest Dicision

Keputusan terkadang harus kita ambil walau itu akan mengubah hidup kita selamanya. Terkadang keputusan yang kita ambil itu menandakan juga tingkat kedewasaan kita. Itu adalah kata-kata yang sering gw denger akhir-akhir ini dari sahabat-sahabat gw. "Lo harus bisa ngambil keputusan segera Way, biar gak terlambat,". Sakin pusingnya dan gw ngerasa tertekan, maka dengan berlandaskan pancasila dan UUD 45, gw mengeluarkan keputusan tersebut.

Keputusan ini bukan diambil karena semata-mata gw emosi sesaat, inga, inga Tink !. Kegiatan yang selama ini gw sukai, cintai dan bahkan seperti penyembung nafas kreatifitas gw, harus gw hentikan yaitu ngeband. Susah juga untuk menyatakan bahwa gw berhenti kepada teman-teman band gw. Jam kerjaan gw yang gak menentu karena bekerja di media dan gw ngerasa ada ketidak harmonisan antara gw dan anggota yang lain. Alasan gw pertama berhenti adalah karena salah satu anggota temen band gw. Mungkin yang lain gak ngerasa gw semacam ada konflik batin ma dia tapi gw ngerasa banget. Walaupun gw gak pernah mendendam ataupun ngerasa punya perasaan benci ma dia, tapi gw heran kenapa dia bisa punya perasaan itu yah ke gw. Kalo gw inget permasalahan ini, gw jadi pengen nyanyi.

"Pulangkan Saja, Aku pada ibuku, atau Tuanku..ooooo..!!".

Band adalah sebuah keluarga bukan hanya berlandaskan bisnis. Kata - Kata itu yang selalu gw terapkan selama gw ngeband. Jadi walaupun gw ribut sama salah satu anggota band, dikelarin tuh masalah dah finish gak da perasaan dendam lagi. Tapi yasudahlah, tidak ada yang salah dalam hal pengambilan keputusan gw ini, hanya gw yang salah. Yang gw takutin adalah saat gw gak ngeband lagi, gw gak bisa berkarya lagi, nyiptain lagu lagi, nyari anak-anak SMU yang lucu,,hahaha. Bercanda,,bercanda. Itulah yang gw takutin. Tapi ini harus gw jalanin, demi kebaikan band mereka juga. Disaat kita tidak harmonis lagi, disitulah karya - karya semakin menipis dan jarang keluar.

Empat tahun gw bergelut, berguling, berlari sama band ini akhirnya terlepas begitu saja. Tapi keputusan ini gw anggap yang terbaik. Saudara tidak akan tahan melihat air mata saudaranya jatuh bukan. Sekarang saya tinggal memutuskan apakah kedepannya saya akan berkreasi lagi dimusik, apakah tidak?. Apakah si Buta dari goa hantu tetap menggendong si amang, ataukah tidak ?. Who knows. Let it flow.. sadaaaaapppp...

Tidak ada komentar: