Selasa, 03 Januari 2012

Langkah 39 : Bayi Rebus

Holaaaaa Happy New Year 2012 teman!!!!


Banyak sekali status-status di jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain sebagainya pasti berisikan harapan-harapan dan juga ucapan-ucapan selamat tahun baru di share yah atau di tulis. Ada yang isinya senang ada juga yang sedih. Setiap status yang kalian tulis itu menurut pengamatan gw yang telah dilakukan selama 3 menit ini, mengartikan banyak hal yang malah kebalikannya. Jadi sugesti yang terkontaminasi oleh transmigrasi dan terasi berbanding terbalik oleh urbanisasi dan korupsi. Bingung yah? Apalagi emak gw yanh lahirin gw. Nah begini contohnya:


Status temen gw sebut saja mawar


"Gak sabar deh nunggu tahun baru 2012 so exited!!"


Nah status temen gw ini mengartikan bahwa sebenernya dia gak terlalu berharap tahun 2012 cepet-cepet datang. Kenapa eh kenapa, karena eh karena mungkin si Mawar ini merasakan kebahagian yang cukup banyak di tahun 2011 lalu. Dia sebenarnya takut kalau di tahum 2012 ini malah terjadi kebalikannya. Maka dari itu dia menulis status tersebut untuk memprogram rasa optimismenya naik. Pas gw pastikan ke teman gw itu dia menjawab "sotoy lo!!". Nah terbukti. (Apaan yang terbukti coba?)..


Jadi sugesti yang berbunyi "pikiran yang optimis, menjadikan hidup kalian lebih baik" sudah benar-benar tertanam di banyak masyarakat Indonesia. Banyak orang-orang yang ingin membangkitkan rasa optimisme hidupnya dengan cara selalu berpikiran bahagia. Nah maka dari itu juga, banyak orang-orang yang menghabiskan malam tahun baru dengan jalan-jalan atau berpesta. Dan cara ini sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat di dunia. (Tunggu, tunggu...kok jadi serius yah pembahasannya. Oke kembali ke mesin tik).


Jadi malam tahun baru lalu gw pergi bersama pacar gw ke suatu tempat makan di kawasan Jakarta Utara yang selalu ramai tiap malam pergantian tahun. Sebenernya gw pengen ke Monas sebelum kesana. Tetapi saat melihat padatnya kendaraan yang memenuhi kawasan itu membuat motor gw berkata "tolong jangan menambah penderitaan saya lagi tuan. Gendong kalian aja saya sudah gak kuat!". Akhirnya dengan berat hati dan barbel 3 kilo, gw putuskan langsung menuju kawasan makan itu. Sesampainya di Kemayoran motor gw gak bisa masuk kedalam kawasan itu. Yap, macet ternyata sudah menyerang kawasan itu. Padahal masih jam 9 malam. Terpaksa gw memarkir kendaraan gw jauh dari tempat makan yang gw tuju. "Bu Iis" nama tempatnya selain enak makanannya, tempat itu menjadi kenangan saat gw ditolak pertama kalinya oleh pacar gw ini..╮( ̄▽ ̄")╭ ckck anak muda!!.


Walaupun sudah parkir dan memutuskan untuk jalan kaki, ternyata tidak mudah. Penuhnya pengunjung membuat gw berdua susah jalan. Kadang-kadang gw harus kayang dan salto untuk menghindari para pengunjung lain yang berdesak-desakan memenuhi kawasan itu. Gak jarang gw lihat orang-orang menggelar tikar dan langsung tiduran sambil menunggu jam 12 malam. Ibu-ibu, Bapak-bapak, sampai balita opun tiduran disana. Pertama gw pikir apa mereka gak punya rumah? Atau sangkin niatnya pengen liat kembang api sampai tidur disana?. Kalau kita sih yang dewasa gak apa-apalah yah, tapi yang masih balita ini, kasian gw melihatnya. Pemandangan itu terus gw liat disepanjang jalan. Sesampainya di warung makan Bu Iis, ternyata gw melihat suatu hidangan yang cukup membuat kulit Mpok Nori kembali kenceng.


Bayi rebus..wkwkwk


Published with Blogger-droid v2.0.2

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ralat: jakpus x yank,, bukan jakut kmayoran ituh,, hha