Byuurr,,Byurrr,,,AWWWW...!!! (lagi mandi,,ceritanya)..
Ehm,,ehm.. maaf yah para pembaca yang baik hati karena pembukaan edisi blog kali ini agak kurang senonoh. Lagian kalo mo mulai bilang-bilang donk. Untung lagi mandi, kalo lagi ngubur mayat gimana (Ryan Sang Penjagal mode on). Anyway, di langkah 29 ini terlebih dahulu gw ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru buat semua manusia yang ada di bumi ini. Maaf agak terlambat (terlambat banget kali) ngasih ucapannya dikarenakan saya yang banyak schedule ini harus bisa memilah-milah mana yang baik untuk tubuh dan mana yang tidak. Dari mulai syuting layar lebar, layar sempit, sampe perahu layar (jadi layarnya) gw lakonin. Pemotretan dimana-mana terjadi, mang terjadi dimana-mana sih, tapi gw gak ikut di poto. Ya begitulah pokoke. Dengan kegiatan-kegiatan yang gw alami dan tentunya semakin banyak di tahun kemaren, gw berharap di tahun 2011 ini kegiatan-kegiatan tersebut bisa gw kurangin tetapi pendapatan tetap bertambah,,(gimana caranya itu).
Kembali ke topik yang akan gw sampaikan di edisi kali ini. Yaitu mengenai Jurnalisme. Jurnalisme kurang lebih adalah profesi yang gw jalanin selama dua tahun belakangan ini. Jurnalisme mempunyai beragam arti dan definisi. Tetapi secara harfiah Jurnalisme berasal dari kata jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian. Dalam bahasa Betawinya "Journal et dah" yang artinya gw juga bingung (ini ngasal banget). Nah Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa. Berhubung banyak pengertian yang ada dari kata Jurnalisme, gw mencoba menela'ah dan mencari sendiri apa itu pengertian Jurnalisme dari sudut pandang gw. Kali aja dengan adanya pengertian dari gw, orang-orang merasa sangat terbantu dan pada intinya gw tambah keren,,haha.
Oke, menurut gw Jurnalisme adalah sesuatu kegiatan yang dimulai dari mencermati, menulis, lalu dituangkan dalam suatu bentuk karya yang menarik dan berguna untuk disampaikan kepada khalayak banyak. Kita coba tela'ah kembali satu-persatu dari pengertian dan pernyataan yang gw buat mengenai Jurnalisme.
Oke,,selesai sudah edisi yang bikin otak gw mengkerut. Besok-besok gak usah nulis yang begini lagi ah. Bisa servis otak gw. Bye...
Ehm,,ehm.. maaf yah para pembaca yang baik hati karena pembukaan edisi blog kali ini agak kurang senonoh. Lagian kalo mo mulai bilang-bilang donk. Untung lagi mandi, kalo lagi ngubur mayat gimana (Ryan Sang Penjagal mode on). Anyway, di langkah 29 ini terlebih dahulu gw ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru buat semua manusia yang ada di bumi ini. Maaf agak terlambat (terlambat banget kali) ngasih ucapannya dikarenakan saya yang banyak schedule ini harus bisa memilah-milah mana yang baik untuk tubuh dan mana yang tidak. Dari mulai syuting layar lebar, layar sempit, sampe perahu layar (jadi layarnya) gw lakonin. Pemotretan dimana-mana terjadi, mang terjadi dimana-mana sih, tapi gw gak ikut di poto. Ya begitulah pokoke. Dengan kegiatan-kegiatan yang gw alami dan tentunya semakin banyak di tahun kemaren, gw berharap di tahun 2011 ini kegiatan-kegiatan tersebut bisa gw kurangin tetapi pendapatan tetap bertambah,,(gimana caranya itu).
Kembali ke topik yang akan gw sampaikan di edisi kali ini. Yaitu mengenai Jurnalisme. Jurnalisme kurang lebih adalah profesi yang gw jalanin selama dua tahun belakangan ini. Jurnalisme mempunyai beragam arti dan definisi. Tetapi secara harfiah Jurnalisme berasal dari kata jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian. Dalam bahasa Betawinya "Journal et dah" yang artinya gw juga bingung (ini ngasal banget). Nah Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa. Berhubung banyak pengertian yang ada dari kata Jurnalisme, gw mencoba menela'ah dan mencari sendiri apa itu pengertian Jurnalisme dari sudut pandang gw. Kali aja dengan adanya pengertian dari gw, orang-orang merasa sangat terbantu dan pada intinya gw tambah keren,,haha.
Oke, menurut gw Jurnalisme adalah sesuatu kegiatan yang dimulai dari mencermati, menulis, lalu dituangkan dalam suatu bentuk karya yang menarik dan berguna untuk disampaikan kepada khalayak banyak. Kita coba tela'ah kembali satu-persatu dari pengertian dan pernyataan yang gw buat mengenai Jurnalisme.
- Kegiatan : kenapa Jurnalisme gw sebut kegiatan. Karena eh karena, Jurnalisme tidak akan pernah lepas dari kegiatan yang namanya meliput (peliputan) atau mencari berita. Bagaimana kalau mencangkul, membajak sawah dan menanam bibit padi ?. Itu juga kegiatan, tetapi bukan dalam konteks Jurnalisme. Bagaimana kalau menikah ?. ehm,,itu juga kegiatan, tetapi bukan dalam konteks Jurnalisme (kok jadi kesana yah). Jadi pada intinya gw menafsirkan, kalau seseorang disebut Jurnalis mereka harus melakukan kegiatan peliputan ini. Kalau mereka seorang Jurnalis tetapi hanya berdiam diri di kandang atau kantornya,,hmm itu bisa di sebut Satpam..haha.
- Mencermati : Bisa dikatakan seorang Jurnalis yang melakukan peliputan disuatu kejadian dimanapun harus melakukan hal ini yaitu Mencermati apa yang terjadi, apa yang akan dilakukan atau bahkan seorang Jurnalis bisa menemukankan arah yang akan dituju pada kejadian tersebut. Seorang Jurnalis tidak bisa untuk tidak mencermati suatu kejadian yang mereka liput. Kalau itu terjadi, bah bagaimana pula suatu karya akan lahir dari tangan seorang Jurnalis tersebut. Tidur, mengobrol, makan popcorn (dikira nonton 21), bercanda, ketawa-ketiwi, maen bola, maen sepeda, memanjat pohon (lha) adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan seorang Jurnalis saat meliput. Niscaya, kalau hal-hal diatas dilakukan (terutama maen bola dan manjat pohon) anda sebagai seorang Jurnalis bisa diangkut satpam, digetok gayung dan bahkan dilempar keluar dari acara.
- Menulis : Nah ini yang paling penting harus dilakukan dari semua seorang Jurnalis. Banyak cara dan banyak media untuk menuangkan setetes tinta atau segores codet (halah). Mulai dari kertas, laptop, papan tulis (bayangkan bawa itu ke peliputan), batu dan daun (kaya dijaman Homo Shapiens). Setelah seorang Jurnalis mencermati, dapat dipastikan mereka akan menulis apa yang mereka pelajari, lihat dan pandang. Jadi mencermati lalu menulis adalah hal yang sangat penting untuk seorang Jurnalis membuat sebuah karya. Jangan menggambar (dikira pelukis) atau bahkan mencoret-coret muka seseorang disebelah anda, tetapi gunakan lah waktu sebaik-baiknya untuk menuangkan ide dan informasi yang didapat dalam sebuah tulisan.
- Karya : Sesudah mencermati lalu menulis, akhir dari tindakan yang dilakukan seorang Jurnalis adalah membuat sebuah karya untuk disampaikan kepada masyarakat banyak. macam-macam bentuk karya yang dapat dibuat seorang Jurnalis. Mulai dari laporan langsung, naskah dan bahkan sebuah program. Mulai dari televisi, radio, majalah dan koran mempunyai bentuk karya tersendiri yang bisa dihasilkan. Tetapi yang tak kalah penting disini adalah karya tersebut harus dibuat semenarik mungkin. Kita tak usah memalingkan muka dan munafik. Setiap media yang menyuguhkan pemberitaan atau informasi, selalu berlomba-lomba untuk menarik perhatian para pemerhatinya. Informasi yang berat, pinter, dan berbobot isinya bisa dikalahkan dengan informasi yang ringan dan simple tetapi dengan penyuguhan yang menarik. Buat apa kita buat informasi yang dikatakan berat dan berbobot tetapi tidak dimengerti atau bahkan tak disimak oleh para pemerhati atau disini kita sebut masyarakat banyak. Jadi buatlah anak yang bagus,,eh karya.
Oke,,selesai sudah edisi yang bikin otak gw mengkerut. Besok-besok gak usah nulis yang begini lagi ah. Bisa servis otak gw. Bye...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar