Kembali lagi mengenai hidup. Apa itu hidup ?. Kenapa kita bisa hidup tanpa terlebih dahulu ditanyakan persetujuan dari kita sendiri?. Pertanyaan ini mungkin sudah keluar dari hati gua semenjak SMP. Saat itu gua merasa jenuh mungkin. Bangun pagi, sekolah, belajar, siang pulang, sore bermain, dan malam tidur kembali. Begitu tiap harinya. Kalau sudah ada yang menentukan nasib kita, mati kita, kenapa kita harus mati-matian jalani hidup ini. Yang kaya ingin lebih kaya mereka korupsi, yang miskin ingin menjadi kaya, dan banyak lagi. Seiring dengan waktu, gua selalu terbiasa mengkondisikan apapun masalah itu dengan pemikiran yang rasional. Contohnya saat ayah gua meninggal. Ingin gua nangis sekencang-kencangnya, tapi tangis itu gak bisa keluar. Seperti ada yang bilang ke gw, "ini adalah bagian dari skenario hidup". Gw selalu senang mendengar orang2 bercerita masalah hidupnya ke gw, tapi gw kebanyakan diam saat mendengarkan cerita mereka. Ingin sebenarnya gw kasih tanggapan, tapi itu skenario hidupnya, gw gak bisa masuk. Dari semua cerita yang gw dengar, gw selalu ingat dan menjadikan suatu cerita itu sebuah antisipasi di skenario hidup gw. Dengan begitu gua selalu optimis bahwa masalah bisa diselesaikan.
Tapi apa semua masalah yang kita selesaikan menuntun kita ke arah penemuan jati diri dan arti hidup sebenarnya. Gua selalu muak melihat orang yang selalu bermain aman dalam kehidupannya, monoton yang penting mereka hidup dan mati dengan terhormat nanti. Apakah sekedar itu arti hidup? . Kenapa semua orang tak berani keluar, mengambil sebuah resiko. Resiko yang nantinya akan mengarahkan kita ke arah yang baik atau buruk. Apakah gw berani?
Saat ini gw butuh sendiri.
Published with Blogger-droid v1.6.9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar