Sekitar pertengahan bulan Agustus, gw hampir dinyatakan lulus dari kampus gw yang sangat di identikkan dengan segala yang berbau Jepang. Tinggal menghitung hari lagi gw pake baju toga dan tinggal beberapa hari lagi kelulusan gw akan menambah derita bangsa Indonesia, karena menambah angka pengangguran di bangsa ini. Coba saudara-saudara pikir, angkat tangan saudara ke atas (apaan sich)..??. Gw akan lulus dengan sebutan Amd yang akan menempel di nama gw. Gw mengambil jurusan kuliah yang sampe saat ini masih gw ragukan, apakah gw bisa ya,,??. Sastra Jepang gw ambil dan akan menjadi pegangan gw saat mencari pekerjaan. Sebenarnya jurusan ini bukan keinginan gw, tapi keinginan nyokap gw. Tapi karena gw selalu ingin membahagiakan mereka, gw selalu ikuti keinginan mereka. Maka dari itu sebelum gw benar-benar kuliah, gw ikut les bahasa Jepang yang kebetulan gurunya itu tante gw. Gw mulai browsing website-website mengenai Jepang dan hasilnya gw menemukan alasan yang tepat kenapa gw juga harus mengambil Sastra Jepang yaitu Miyabi. Mulai saat itu gw bertekat dengan sangat, gw akan pergi ke Jepang dan menyentuh Miyabi,,,hahahaha...
Sebelum lulus gw berpikir dimana saya akan bekerja,,??
Pikiran itu selalu muncul, karena sebagai anak terakhir dan laki-laki satu-satunya, gw ngerasa gw harus menjadi tumpuan dan tulang di keluarga. mulai saat itu walaupun gw belum dinyatakan lulus secara sah, gw mulai menulis lamaran pekerjaan. Tapi herannya surat lamaan pekerjaan tersebut tidak terpakai satu pun. Kabar yang gak gw duga malah muncul dari temen kampus gw. Saat itu dia masih magang disebuah perusahaan broadcasting di Jakarta, namanya Pascal atau Begenk. Pada satu malam dia menelpon daku.
Begenk : "Way lagi diman lo??".
Gw : "Di rumah genk, kenapa??".
Begenk : "Dah makan lum??".
Gw : "Apaan sich lo??, udah sayang".
Begenk : "ih jijik gw".
Gw : "sama goblok".
Begenk : "ah males gw nelpon lo".
Gw : "Males tapi nelpon. Tutup sana".
Dan akhirnya telpon pun ditutup. Setelah beberapa menit telpon itu berbunyi kembali....
? : "sapa nich??".
Gw : "Aturan gw yang nanya Pe'a. Lo sapa??".
? : "Maaf mas salah sambung".
Gw : "Salah nelpon pe'a!".
Telpon kembali ditutup.... Dan kali ini Begenk menelpon kembali..(kali ini serius)..
Begenk : "Way kali ini beneran nih, ada informasi penting".
Gw : "Apaan??".
Begenk : "ditempat gw lagi ada lowongan. Lo kan dah mo lulus, lamar aja langsung".
Gw : "Bisa genk???".
Begenk : "Bisa, besok lo kesini langsung bawa lamaran".
Gw : "Oke genk, thank's yup. Besok gw langsung bawa lamaranya".
Setelah itu, langsung gw buat lamaran dengan mencotek lamaran temen gw dalam bahasa Inggris. Dengan apa adanya gw tempelkan foto manis gw memakai kaos ditambah dengan senyum yang indah. Dan lamaran dikirim.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar