Dah beberapa edisi blog gw bertuliskan hal-hal yang serius dan sedih, seperti bagaimana tips-tips menghadapi persalinan pertama binatang peliharaan kita, tips-tips bagaimana menggaruk kepala menggunakan kaki (Silakan coba), sampai tips-tips bagaimana menghindar dari sang penagih utang. Semua tips-tips ini membuat jidat gw ini semakin berkerut saat menulisnya. Nah kali ini gw mencoba menulis keahlian yang sebenarnya enggak gw miliki. Yaitu menjadi pendengar yang baik dan memberi saran kepada orang lain...Auuuuuuuu...(Kok jadi cerita misteri nih).
Banyak temen-temen gw yang berpikir dan mempunyai anggapan bahwa gw ini adalah pemberi saran dan tips terjitu. Yah kalau boleh disetarakan, gw ini sama dengan sebuah kartu kredit yang selalu memberikan jalan keluar kepada penggunannya untuk ngutang,,hakhakhak. Nemenin orang curhat adalah salah satu hal yang paling membingungkan gw. Saat orang tersebut curhat, gw selalu memasang muka ganteng gw dengan seriusnya, lalu mencoba menganggukan kepala isyarat bahwa gw pegel,,haha. BAnyak korban yang termakan atau terjebak dengan saran atau tips yang gw berikan. Lagian gw juga sebenarnya bingung apa yang mereka curhatin.
Korban pertama :
Sebut saja namanya si Ani. Si Ani ini baru saja kehilangan Ibunya karena dipanggil oleh Sang Maha Pencipta. Setelah tiga hari dia meliburkan diri dari sekolah, akhirnya dia kembali masuk ke kelas. Dan apesnya dia curhat ama gw.
Ani : "Hiks,,hiks". Tersedu-sedu karena masih dalam keadaan berduka.
Gw : "Sabar yah Ni". Kata gw Bak seorang Petani.
Ani : "Gw belum ngebahagiain Dia Way, gw berdosa banget ama dia, gw kangen". Terangnya seterang rembulan, lho kok.
Gw : "Entar Kalo kita mati, yakin deh gw pasti kita ketemu lagi ama orang yang kita cintai". Keren sekali.
Ani : "Apa gw harus mati sekarang Way, Gw kangen banget". NAh lo.
Gw : "Et,,bukan, bukan gitu maksudnya Ni". Kata gw sambil pasang muka panik.
Ani : "JAdi gmn Way?". TAnya dia sambil narik-narik tangan gw.
Gw : "Hmm,,gini Ni, Bunuh diri itu tidak dibenarkan agama...".
Ani : "Bunuh diri..".
Belum selesai gw ucapkan kalimat dia dah motong dan tebak apa yang terjadi. Dia pingsan dan kesurupan. Good Wayu. Saran yang bagus. Bunuh diri kata yang sangat bagus.
Korban Kedua :
Sebut saja namanya kiting. Dia ini lagi bimbang sama pacarnya. Pokoknya lagi ngegantung gitu kaya si amang di pundak si Buta dari goa hantu (Kok dia lagi ci), karena pacarnya di sinyalir bermain petak umpet dibelakang matanya A.K.A selingkuh. Akhirnya dia memberanikan diri untuk curhat kepada sang mentalist sejati yaitu gw..hmmpphh..(Sambil coba bengkkokin sendok dengan idung).
Kiting : "Way bingung gw way".
Gw : "NApa lo, hidup itu jangan dibikin bingung ting, let it flow bagaikan air yang bertransmigrasi dari tempat urabanisasi mereka yang satu, ke satunya lagi. Hidup itu fun lagi, lo bisa hang out dimana-dimana, gaul, digauli, bali, bibi, pipi, hmmm,,sapi. gitu dah". HEbat sekali penjelasan gw.
Kiting : ".............". Terdiam
Gw : "Dah nanti aja mikirnya, lanjut ting".
Kiting : "Gw sayang banget Way ama pacar gw yang ini. Tapi gw gimana gitu ya way..".
Gw : "Ting, seperti yang gw bilang tadi. Hidup ini harus bisa dinikmati dan dibuat indah seperti halnya yang tersirat di UUD 45. JAdi kalau andaikan ketemu permasalahan yang membuat hidup lo stuck or kesel dan gak indah lagi, lo harus bisa putusken yang mana yang baik agar hidup lo menjadi indah lagi. Btw, nama kakak lo indah kan?".
Kiting : "Jadi putusin nih".
Gw : "Lo harus putuskan si Indah". semakin ngaco
Kiting : "Oke gw telpon sekarang".
Setelah kejadian naas itu, akhirnya kiting berpisah dengan pacarnya yang sampai saat ini gw lom tau namanya. Besoknya Kiting memasang muka murung. Karena ternyata pacarnya tidak pernah selingkung dan anggapan si Kiting selama ini salah. Karena terlanjur sakit hati diputusin ama si Kiting, pacarnya membalik keadaan dengan mutusin si Kiting.
Dan sekalli lagi dengan sikap seorang pahlawan gw menepuk pundak dia dan berkata...
Gw : "Sabar ya ting, karena sabar itu disukai oleh sang Pencipta. Seperti yang tertera di prasasti MAjapahit, hidup harus move on. Eh move itu artinya pindah ya kan ting, On berarti nyala. Berarti move on artinya paan ting?".
*Siiigghhh*
Banyak temen-temen gw yang berpikir dan mempunyai anggapan bahwa gw ini adalah pemberi saran dan tips terjitu. Yah kalau boleh disetarakan, gw ini sama dengan sebuah kartu kredit yang selalu memberikan jalan keluar kepada penggunannya untuk ngutang,,hakhakhak. Nemenin orang curhat adalah salah satu hal yang paling membingungkan gw. Saat orang tersebut curhat, gw selalu memasang muka ganteng gw dengan seriusnya, lalu mencoba menganggukan kepala isyarat bahwa gw pegel,,haha. BAnyak korban yang termakan atau terjebak dengan saran atau tips yang gw berikan. Lagian gw juga sebenarnya bingung apa yang mereka curhatin.
Korban pertama :
Sebut saja namanya si Ani. Si Ani ini baru saja kehilangan Ibunya karena dipanggil oleh Sang Maha Pencipta. Setelah tiga hari dia meliburkan diri dari sekolah, akhirnya dia kembali masuk ke kelas. Dan apesnya dia curhat ama gw.
Ani : "Hiks,,hiks". Tersedu-sedu karena masih dalam keadaan berduka.
Gw : "Sabar yah Ni". Kata gw Bak seorang Petani.
Ani : "Gw belum ngebahagiain Dia Way, gw berdosa banget ama dia, gw kangen". Terangnya seterang rembulan, lho kok.
Gw : "Entar Kalo kita mati, yakin deh gw pasti kita ketemu lagi ama orang yang kita cintai". Keren sekali.
Ani : "Apa gw harus mati sekarang Way, Gw kangen banget". NAh lo.
Gw : "Et,,bukan, bukan gitu maksudnya Ni". Kata gw sambil pasang muka panik.
Ani : "JAdi gmn Way?". TAnya dia sambil narik-narik tangan gw.
Gw : "Hmm,,gini Ni, Bunuh diri itu tidak dibenarkan agama...".
Ani : "Bunuh diri..".
Belum selesai gw ucapkan kalimat dia dah motong dan tebak apa yang terjadi. Dia pingsan dan kesurupan. Good Wayu. Saran yang bagus. Bunuh diri kata yang sangat bagus.
Korban Kedua :
Sebut saja namanya kiting. Dia ini lagi bimbang sama pacarnya. Pokoknya lagi ngegantung gitu kaya si amang di pundak si Buta dari goa hantu (Kok dia lagi ci), karena pacarnya di sinyalir bermain petak umpet dibelakang matanya A.K.A selingkuh. Akhirnya dia memberanikan diri untuk curhat kepada sang mentalist sejati yaitu gw..hmmpphh..(Sambil coba bengkkokin sendok dengan idung).
Kiting : "Way bingung gw way".
Gw : "NApa lo, hidup itu jangan dibikin bingung ting, let it flow bagaikan air yang bertransmigrasi dari tempat urabanisasi mereka yang satu, ke satunya lagi. Hidup itu fun lagi, lo bisa hang out dimana-dimana, gaul, digauli, bali, bibi, pipi, hmmm,,sapi. gitu dah". HEbat sekali penjelasan gw.
Kiting : ".............". Terdiam
Gw : "Dah nanti aja mikirnya, lanjut ting".
Kiting : "Gw sayang banget Way ama pacar gw yang ini. Tapi gw gimana gitu ya way..".
Gw : "Ting, seperti yang gw bilang tadi. Hidup ini harus bisa dinikmati dan dibuat indah seperti halnya yang tersirat di UUD 45. JAdi kalau andaikan ketemu permasalahan yang membuat hidup lo stuck or kesel dan gak indah lagi, lo harus bisa putusken yang mana yang baik agar hidup lo menjadi indah lagi. Btw, nama kakak lo indah kan?".
Kiting : "Jadi putusin nih".
Gw : "Lo harus putuskan si Indah". semakin ngaco
Kiting : "Oke gw telpon sekarang".
Setelah kejadian naas itu, akhirnya kiting berpisah dengan pacarnya yang sampai saat ini gw lom tau namanya. Besoknya Kiting memasang muka murung. Karena ternyata pacarnya tidak pernah selingkung dan anggapan si Kiting selama ini salah. Karena terlanjur sakit hati diputusin ama si Kiting, pacarnya membalik keadaan dengan mutusin si Kiting.
Dan sekalli lagi dengan sikap seorang pahlawan gw menepuk pundak dia dan berkata...
Gw : "Sabar ya ting, karena sabar itu disukai oleh sang Pencipta. Seperti yang tertera di prasasti MAjapahit, hidup harus move on. Eh move itu artinya pindah ya kan ting, On berarti nyala. Berarti move on artinya paan ting?".
*Siiigghhh*

1 komentar:
ngacccoooooooooo..........
Posting Komentar