Kali ini, karena gw juga bingung mau nulis apa dan gw juga bingung nama gw siapa..hah!!! Siaapppaaaa akkkuuuuuu??!!!. Baiklah, edisi kali ini bercerita mengenai riwayat binatang-binatang yang gw pernah pelihara baik selamat ataupun yang tidak. Semua orang pastinya suka berbagai hewan yah, nah kalau dah suka biasanya mereka akan menjadikan binatang itu sebagai peliharaannya. Hmmm,,jadi selama ini pacar gw nganggap gw apa yah??. Oke kita fokus sekarang. Ada kucing, anjing, ayam, kelinci, babi, dan lain sebagainya. Malah kalau seseorang itu dah sayang banget ama tuh binatang, biasanya binatang yang cukup ekstrem juga dipelihara. Misalnya, ular, belut (belut apa yang bahaya??), macan, beruang, dinosaurus dan lain-lainnya. Dan bahkan, ada yang lebih ekstrem lagi memelihara binatang yang pernah menghalangi perjalanan Tom Sham Chong dan Gokong ke Barat. Misalnya, Siluman Ular dan Siluman Laba-Laba. Oke kembali ke topik semula.
Jadi ada beberapa binatang yang pernah mengisi hidup gw. Tapi dari semuanya itu gw paling suka kucing. Yap, bintang berbulu ekstrem itu telah memikat hati gw. Semenjak gw kecil dan bisa membedakan mana itu wanita dan waria, gw dah diperkenalkan ama yang namanya kucing. Keluarga gw juga adalah pencinta kucing, sangat cinta melebihi cintanya ke gw. Sehingga gw sering berfikir, "Gw ini anak siapa sebenernya?? Apa gw adalah anak yang tertukar??" (Kaya judul sinetron). Kucing pertama yang diperkenalkan ke gw adalah "si hitam". Dan nama si hitam bukan nama sembarangan diberikan oleh emak gw. "Alasan kenapa si hitam diberi nama itu adalah" .....(terdiam sekitar 30 detik)....JENG,,JENG (Backsound misteri 3 menit)...Grookk,,Grookkk (suara gw tidur). Lalu mama gw melanjutkan "alasannya adalah karena warnanya hitam!!!". LUUAARRR BIAAASSAAA!!!. Hitam adalah kucing yang sangat nurut. Gw suruh duduk dia diem, gw suruh lari diem, gw suruh dia masak dia juga diem. Warnanya item plus bulunya itu tebel dan bersih karena sering dimandiin paksa emak gw. Gw sering bercanda, curhat, main, tidur, nangis bareng ama si hitam. Gw lupa berapa lama gw berumah tangga ama si hitam. Kurang lebih 3 tahunanlah, dan kita belum sempat mempunyai momongan. Waktu itu dia pergi entah kemana, tanpa pamit, tanpa sepucuk surat, pokoknya dia menghilang. Gw nangis karena si hitam gak pulang-pulang, trus emak gw kasih alasan yang cukup masuk akal bagi anak kecil "Si hitam itu lagi cari jodoh, nanti kalo dah ketemu dia pulang kok ama anak-anaknya". Gw yang mendengar itu, langsung tabah dan berdoa semoga dia cepat mendapat momongan. Beberapa minggu gw gak ketemu si hitam, temen gw kasih info bahwa si hitam telah mati diracuni orang. Ohhh my God!!!. Siapa yang begitu iri dengan si hitam sampai dia berani berbuat itu!!!. Dan sampai saat ini, gw belum melihat jasadnya.
Bertambah usia, kira-kira waktu itu gw kelas 3 SD. Gw mencoba memelihara kucing lainnya. Bagi gw memelihara kucing itu bukan hanya sekedar memelihara. Tetapi harus ada keterikatan, eyes contact antara majikan dan binatangnya. Jika gw merasa cocok maka saat itulah gw yakin bintang itu adalah peliharaan gw. Saat itu kira-kira siang hari saat gw pulang sekolah, gw mendengar raumman kucing di samping rumah gw. Padahal, Bagian samping rumah gw itu di isi oleh kayu-kayu bekas membangun rumah. Gw cek lah itu kayu bersama kakak-kakak gw. Setelah repot ngebongkar tuh kayu-kayu, akhirnya kita menemukan tiga anak kucing yang ditinggal emaknya. Kasian tuh kucing, padahal mereka masih kecil tetapi harus menanggung beban seberat itu. Saat pertama kali kita menemukan tuh tiga anak kucing, mereka galak banget. Tiap kali kita pengen ambil, mereka berdesisss (ini kucing apa uler). Mungkin karena mereka belum pernah melihat manusia seganteng ini. Karena kita merasa kasian melihat mereka di dalam sana, akhirnya kita paksa aja gendong tuh tiga anak kucing walau mereka meronta-meronta.
Waktu terus berjalan, akhirnya tiga anak kucing tersebut telah tumbuh lumayan besar dan jadi gak takut lagi ama manusia. Dan ketiga nama kucing tersebut juga gak kalah keren dibandingkan dengan nama-nama anggota boyband saat ini. Kucing yang paling tua berwarna kuning keemasan diberi nama "Andy Lau" (itu karena kakak gw yg pertama suka banget sama Andy Lau. Bagi yang gak tahu siapa itu Andy Lau. Coba cari di Glodok, banyak dah). Kucing nomor dua diberi nama "Bucek Dep" (lagi-lagi kakak gw ngefans sama artis). Dan yang ketiga gw kasih nama "Nina" (beberapa hari kemudian akhirnya nama itu diganti menjadi Jet Lee karena Nina ternyata bukan berjenis kelamin betina). Tuh tiga bersaudara emang lucu bangettt. Tiap kali mereka gak ada, gw manggil mereka nih langsung pada dateng. Si Bucek and si Andy naik mobil dan si Jet lee dorong mobil si Bucek dan si Andy...bingungkan lo?? Sama. Tetapi memang jalan mereka yang berbeda, tiga bersaudara itu harus dipisahkan satu persatu oleh maut. Yang pertama si Jet Lee mati karena sakit. Kurang tau sakit apa, tetapi doker boyke memperkirakan si Jet Lee sakit karena sering main ke warung yang nunggak bayar listrik (bahasa gaulnya warung remang-remang). Yang kedua, si Bucek mati karena hilang ditengah banjir. Waktu itu daerah rumah gw banjir lumayan gede dan yang berhasil diselamatkan cuma si Andy. Jadi tinggal lah sendiri dia. Walaupun sendiri dia tetap berusaha tegar dan selalu ceria. Tetapi, si Andy juga harus menyusul kedua saudaranya. Waktu itu, Kakak gw manggil Andy untuk makan siang. Entah kenapa dia gak datang-datang. Kakak gw yang merasa aneh, berusaha untuk tetap berfikir positif. "Mungkin si Andy lagi make earphone". Ditunggu sampai pukul 3 sore, Andy juga tak kunjung datang. Sampai saat itu kita dengar suara kucing, tapi seperti kesakitan. Kira-kira begini suaranya "Miaaawwwwww,,awww,,miaaawwwww,,aw" (jadi lebih mirip banci). Ya, betul ternyata itu suaranya si Andy. Ternyata dia didalam tumpukan kayu disamping rumah gw. Kita panggil dia agar mau keluar dari sana.
Kakak gw no 1 : "Andy!!". Memancing agar mau keluar.
Kakak gw no 2 : "Andy!!".
Kakak gw no 3 : "Lau!!". Berusaha untuk melengkapi namanya walau agak maksa.
Gw : "Andy Lau!!" Akhirnya lengkap.
Tukang Bakso : "Baakkksoooo!!!".
Gw : "Bang beli bang".
Setelah kurang lebih 15 menit, Andy keluar dari tumpukan kayu itu. Tetapi jalannya seperti kucing mabok. Akhirnya dengan berjalan perlahan dia sampai dikaki kakak gw, lalu terjatuh. Ternyata, usut punya usut si Andy ketabrak mobil. Tetapi walaupun sudah sakaratul maut, dia tetep berusaha untuk menghampiri para majikannya. Seketika itu juga gw nangiissssss..huaaaa.. Anddyyyyyy Laaaauuuuuuuuuuuu!!!!!!!
*Tetangga gw pada keluar berharap dapet tanda tangan
Published with Blogger-droid v1.7.4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar